Inul Daratista Kunjungi Korban Kebakaran Manado, David Jocom Memilih Sembunyi

Manado – Sejak Rabu kemarin, CEO Inul Vista Group, Inul Daratista telah bertandang ke Manado dan mengunjungi sejumlah korban kebakaran tragedy Inul Vizta. Sayangnya, sang pemilik karaoke Inul Vizta KTV Manado, David Jocom belum kunjung menampakkan batang hidungnya.

Hal tersebut pun membuat Inul Daratista menjadi geram. Kepada awak media, istri tercinta Adam Suseni mengatakan, tidak akan lagi membuka usaha tersebut di Kota Tinutuan, jika persoalan seluruh korban tak kunjung selesai.

“Untuk saya sendiri pemilik brand, berharap semua jadi tanggung jawab Inviz Manado. Saya akan mengizinkan tempat itu dibuka kembali jika urusan para korban selesai. Serta semua pihak korban menerima dengan baik. Saya minta pertanggungjawaban dengan pihak Inul Vista disini,” terang Inul.

Selain itu, pelantun lagu goyang ngebor juga meminta, agar David Jocom, sebagai pemilik Inul Vizta Manado untuk bertanggungjawab penuh atas korban musibah kebakaran yang telah merenggut 12 nyawa dan 71 korban luka.

“Saya sudah berempati dengan mengunjungi para korban. Semoga ini bisa membukakan hati nurani keluarga dari David Jocom,” tutur Inul Daratista kecewa.

Disinggung soal kompensasi yang akan diberikan kepada korban, Inul mengaku, jika saat ini dirinya sedang berunding dengan Lucky Schram selaku kuasa hukum Inul Vizta Manado.

“Saya akan tanya kenapa dari pagi sampai sore David Jocom belum juga muncul,” kata Inul lagi sembari berharap ia segera mungkin bertemu dengan David Jocom.

Sedang, Lucky Schram kuasa hukum pihak Inul Vizta Manado menerangkan kalau David Jocom telah memberikan kuasa kepada dirinya untuk mewakil. Karena, David Jocom sedang sakit dan tidak bisa bersama Inul, mengunjungi korban kebakaran.

Untuk santunan sendiri kata Lucky, masih akan dibicarakan dengan pemilik Inul Vizta Manado.

“Jumlah santunan masih dibicarakan. Tentunya yang kita anggap wajar dan semua bisa ditanggulangi. Yang di rumah sakit dibantu untuk diringankan. Kita masih mencari formula yang tepat. Kami sangat prihatin dan berduka,” tutu Lucky. (jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan