JWS-Ivansa Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Minahasa Mendengarkan Pidato Presiden RI Joko Widodo

Minahasa – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, didampingi Wakil Bupati Ivan SJ Sarundajang, Rabu (16/08) pagi hingga sore hari, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Repoblik Indonesia Ir Joko Widodo pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI tahun 2017, pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke-72 dan Pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian pengantar keterangan Pemerintah atas rencana Undang-undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) tahun 2018, bertempat di ruang sidang Kantor DPRD Minahasa, Kelurahan Sasaran Kecamatan Tondano Utara.

Rapat Paripurna Istimewa ini dibuka atau dipimpin langsung Ketua DPRD Minahasa James Rawung SH, didampingi Wakil Ketua DPRD Minahasa Careig Naichel Runtu SIP dan Fentje Mawuntu, serta Sekretaris DPRD Minahasa Dr Chriatian Vicky Tanor SPi MSi.

Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya diantaranya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh lembaga negara, atas kekompakan, atas sinergi dan atas kerja sama yang baik selama ini. Dirinya yakin, dengan kekompakan, dengan sinergi, dengan kerja bersama, itu tidak akan memperlemah tugas dan tanggung jawab konstitusional yang dijalanankan oleh setiap lembaga negara, tetapi justru memperkuat semua dalam memenuhi amanah rakyat.

“Dalam semangat Persatuan Indonesia itu, lembaga-lembaga negara justru bisa bekerja dengan lebih baik, bila saling mengingatkan, bila saling kontrol, bila saling mengimbangi dan saling melengkapi. Tidak ada satu lembaga negarapun yang memiliki kekuasaan absolut, memiliki kekuasaan yang lebih besar dari lembaga negara yang lain. Inilah jati diri bangsa Indonesia dalam bernegara. Inilah kekuatan bangsa kita dalam menghadapi setiap tantangan. Inilah keunggulan bangsa kita dalam menghadapi masa depan. Kekuatan yang juga terefleksi dalam 72 tahun perjalanan bangsa dan negara kita,” tukasnya.

“Kita harus menjadikan sejarah sebagai fondasi untuk menatap masa depan. Pelajaran yang sangat penting dari sejarah bangsa kita adalah kemerdekaan bisa kita rebut, bisa kita raih, bisa kita proklamasikan karena semua anak-anak bangsa mampu untuk bersatu, mampu untuk bekerjasama, mampu untuk kerja bersama,” ungkapnya.

Lanjut dikatakan Jokowi, modal persatuan Indonesia yang kokoh itu harus terus kita jaga, terus kita rawat, kita perkuat. Dan harus jadi pijakan kita bersama dalam menghadapi ujian sejarah berikutnya yaitu memenuhi janji-janji kemerdekaan. Janji kemerdekaan untuk mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Saya percaya, tugas yang maha berat itu akan bisa kita tunaikan apabila kita semua mau bersatu, mau bekerja sama, mau kerja bersama.

“Ke depan, bangsa kita menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kita akan mengarungi samudera globalisasi. Kita akan berhadapan dengan dinamika perubahan yang sangat cepat. Kita akan menghadapi kemajuan inovasi teknologi yang destruktif. Tapi, saya yakin dengan bersatu, kita akan bisa menghadapi semua itu. Karena bangsa kita adalah bangsa besar. Bangsa kita adalah bangsa yang teruji. Bangsa kita adalah bangsa petarung,” ujarnya.

Presiden Jokowi menyadari, belum semua rakyat Indonesia merasakan buah kemerdekaan. Dirinya menyadari bahwa manfaat pembangunan belum sepenuhnya merata di seluruh pelosok tanah air dan menyadari pula bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum sepenuhnya bisa kita wujudkan.

“Untuk itu, di tahun ketiga masa kabinet bakti Kabinet Kerja, Pemerintah lebih fokus untuk melakukan pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Kita ingin rakyat Indonesia yang berada di pinggiran, di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terdepan, di kawasan terisolir merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan, dan merasa bangga menjadi Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Jokowi.

“Keadilan sosial harus mampu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Rakyat di Aceh harus bisa merasakan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan sanitasi dan air bersih maupun pelayanan transportasi, sama baiknya dengan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara yang lain di seluruh pelosok negeri. Kita ingin rakyat di perbatasan Papua, bisa memiliki rasa bangga pada tanah airnya, karena kawasan perbatasan telah dibangun menjadi beranda terdepan dari Republik kita. Kita ingin rakyat Papua di pegunungan juga bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok yang sama dengan saudara-saudaranya di wilayah lain Indonesia. Kita ingin rakyat Pulau Miangas bisa merasakan kehadiran Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Program Kartu Indonesia Sehat, Program Kartu Indonesia Pintar, dan Program Pemberian Makanan Tambahan untuk balita dan ibu hamil. Kita ingin rakyat di Pulau Rote juga bisa merasakan manfaat pembangunan infrastruktur, lancarnya konektivitas dan turunnya biaya logistik,” ujarnya lagi.

Menurutnya, semua menginginkan kualitas hidup rakyat Indonesia semakin meningkat. Walaupun IPM kita naik dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,18 di tahun 2016 kita tidak boleh cepat berpuas diri. Dirinya mengajak semua elemen masyarakat harus terus berupaya menekan ketimpangan pendapatan, yang saat ini Indeks, Indeks Gini Rasio bisa kita turunkan dari 0,414 pada September 2014 menjadi 0,393 pada Maret 2017.

“Saya yakin hanya dengan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, kita akan semakin bersatu. Pembangunan yang merata akan mempersatukan Indonesia. Pembangunan yang berkeadilan akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi persaingan global. Tidak ada yang merasa menjadi warga negara kelas dua, warga negara kelas tiga. Karena semuanya adalah warga negara Republik Indonesia. Semuanya, setara mendapatkan manfaat dari pembangunan. Semuanya ikut terlibat mengambil tanggung jawab dalam kerja bersama membangun bangsa,” ujarnya.

Sementara, Bupati JWS mengataka, pidato yang disampikan oleh Presiden ini sangatlah penting, karena membeberkan hasil evaluasi kinerja pemerintah dan seluruh lembaga-lembaga negara sepanjang 2017.

“Apa yang disampaikan lewat pidato kenegaraan Presiden Jokowi ini akan menjadi bahan pemikiran untuk mensejahterakan masyarakat Minahasa,” ujarnya.

Turut hadir dalam Rapat Paripurna Istimewa ini, Sekretaris Daerah Minahasa Jeffry Robby Korengkeng SH MSi, para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa, serta segenap pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, para Anggota DPRD Minahasa, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK MH, Komandan Kodim 1302 Minahasa Letkol Inf Joubert Nixon Purnama STh, mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Tondano, Kepala Kantor Departemen Agama Minahasa dan Kepala Pengadilan Negeri Tondano Julien Mamahit SH MH dan undangan lainnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan