Kinerja Distakot dan BLH Disorot, Pohon Tumbang di Jalan Sarapung Sumbang Kemacetan Kota Manado

Petugas sementara membersihkan pohon yang tumbang di ruas jalan Sarapung, Lingkungan V, Kecamatan Wenang Utara, Selasa (03/11/2015).
Petugas sementara membersihkan pohon yang tumbang di ruas jalan Sarapung, Lingkungan V, Kecamatan Wenang Utara, Selasa (03/11/2015).

Manado – Akibat hujan deras disertai angin yang kencang, pohon besar yang berlokasi disisi jalan raya Sarapung, Lingkungan V, Kecamatan Wenang Utara, Kota Manado, Selasa (03/11/2015), sekitar pukul 15.10 Wita, tumbang.

Alhasil, jalur tersebut mengalami macet total. Sejumlah pengemudi yang melintas di daerah tersebut pun harus menunggu, sementara petugas membersihkan pohon besar berusia sekitar 30 tahun yang melintang di ruas jalan.

Dilokasi, Bobby Lukas warga sekitar mengatakan, Pemkot Manado khususnya Dinas Tata Kota (Distakot) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH), untuk melakukan peremajaan kembali. Mengingat, sejumlah pohon didaerah tersebut sudah berkisar puluhan tahun. Namun sayangnya, tidak ada perhatian dari pemerintah.

“Dan itu membahayakan. Pohon-pohon ini sudah berkisar 30 tahun. Saya tahu karena dulu saya yang menanam pohon ini. Waktu saya menjabat Pala disini. Ya, kami berharap pemerintah melakukan peremajaan kembali,” terang pria berusia 64 tahun itu.

Sedang, Vicktor Lolowang Pemerhati Lingkungan Sulut menilai, Dinas Tata Kota dan BLH Manado, tidak becus dalam menata lingkunan. Sebab menurut Lolowang, meski kejadian tersebut merupakan peristiwa alam yang tidak bisa diduga kapan datangnya, namun langka antisipatif seharusnya sudah dilakukan Distakot dan BLH Manado.

“Memasuki cuaca hujan, Distakot dan BLH seharusnya lebih cermat dan peka. Saya menilai Distakot dan BLH Manado seperti membiarkan masalah ini. Mungkin mereka takut untuk mengeluarkan terlalu banyak anggaran dalam menata Kota Manado,” sembur Lolowang yang juga Ketua LCKI Sulut kepada Cybersulutnews.co.id.

“Saya menilai apa yang dilaksanakan Distakot dan BLH Manado terkesan amburadul. Tidak ada manfaat bagi masyarakat. Seharusnya mereka menata, bukan hanya membiarkan pohon bertumbu begitu saja. Itu nantinya akan merugikan masyarakat,” sambungnya.

Ditambahkan Lolowang jika pohon tumbang di Kota Manado bukan kali ini terjadi. “Beruntung ini tidak ada korban jiwa. Kalau seperti kejadian di dekat SPBU Sam Ratulangi, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Wanea beberapa waktu lalu. Kejadian itu seharusnya menjadi perhatian Pemerintah untuk melakukan peninjauan kembali,” harapnya. (jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan