Minahasa – Kerukunan Keluarga Pendeta Guru Agama Gereja Masehi Injili di Minahasa (KKPGA-GMIM) Rayon Minahasa, menggelar Ibadah perayaan Natal dan Tahun Baru, bertempat di Wale Ne Tou Tondano, Selasa (09/01) pagi.
Ibadah yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, Pdt Hein Arina ini, dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, didampingi Penjabat Bupati Minahasa Dr Jemmy Stani Kumendong MSi, yang juga selaku Ketua Panitia Pelaksana kegiatan.
Bupati Kumendong mengatakan, kegiatan ini dihadiri 618 Pendeta dan 52 Guru Agama dari 270 Jemaat di 39 Wilayah. Menurutnya, momen kebersamaan ini semakin meningkatkan pelayanan, sebab peran Pendeta dan Guru Agama akan sangat membantu dalam mensosialisasikan kegiatan pemerintah.
“Dengan adanya kesatuan dan soliditas, ini akan membuat kita mampu melewati setiap pergumulan gereja. Dan mohon doa dari Pendeta dan Guru Agama untuk keamanan daerah ini, terlebih menghadapi pesta demokrasi bulan depan,” ujarnya.
“Pendeta dan Guru Agama juga merupakan tokoh agama yang turut serta dalam membangun daerah ini. Doakanlah daerah ini agar tetap aman dan damai,” imbuhnya.
Sementara, Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya mengatakan, Natal merupakan acara sakral yang mengajarkan manusia tentang kasih, perdamaian dalam keindahan kelahiran Yesus Kristus yang penuh berkat.
“Natal bukanlah sekedar perayaan, namun merupakan panggilan dan hidup untuk mengabarkan cinta kasih, kebenaran dan mewartakan damai sejahtera di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Lanjut kata dia, tugas dan tanggung-jawab sebagai Pendeta dan Guru Agama adalah membawakan Firman Kebenaran. Menurutnya, Pendeta dan Guru Agama juga menjadi agen pencerahan dan menjadi pelopor keadilan dan kebenaran di tengah masyarakat.
“Tugas utama bapak ibu adalah bagaimana menciptakan kebaikan-kebaikan, turut serta menentukan arah bangsa ini. Sebagai pemimpin, tugas kita juga adalah mendamaikan manusia. Selaku Gubernur saya mengajak kepada seluruh Pendeta dan Guru Agama untuk bersinergi, bekerjasama dan bergotong-royong dengan pemerintah, dalam membangun Tanah Toar Lumimuut ini. Kebersamaan gereja dan pemerintah merupakan fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang adil, harmonis dan sejahtera,” ujarnya.
Dia kemudian berpesan, menghadapi Pemilu 2024, Pendeta dan Guru Agama harus bisa mengambil peran menjaga kebersamaan dan persatuan.
“Pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi yang amat menentukan masa depan bangsa. Mari kita bersama-sama mensukseskan pesta demokrasi ini dengan turut serta berpartisipasi demi suksesnya pesta demokrasi ini, kita memilih tanggung-jawab untuk memilih dan menentukan pemimpin yang amanah memiliki integritas, berkomitmen melayani masyarakat dan mampu membawa bangsa ini kearah yang lebih baik,” kata Gubernur.
Di bagian akhir, Gubernur kemudian menekankan tiga hal yakni, berpartisipasi dalam Pemilu 2024, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta lakukan doa bersama.
“Dengan melaksanakan ketiga hal ini dan keterlibatan kita secara aktif dan bijaksana dalam Pemilu 2024, maka kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi daerah dan bangsa ini, sehingga Sulut makin unggul, makin hebat, maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Diakhir acara, Gubernur menyerahkan kartu BPJS dan bantuan beras kepada seluruh Pendeta dan Guru Agama, serta pemberian hadiah door prize bagi yang beruntung.
Turut hadir Asisten 1 Pemprov Sulut, Ketua Lansia GMIM, Sekda Minahasa, Forkopimda Minahasa, BPMS GMIM, Jajaran Pemkab Minahasa.(fernando lumanauw)





















