Minahasa – Pelaksanaan kegiatan pendidikan pemilih bagi siswa SMA di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa, yang dikemas dalam format Kelas Pemilu, yang memasuki hari kedua, Selasa (01/11) kemarin, makin diminati siswa.
Jika hari pertama kegiatan dihadiri siswa SMA dari wilayah Tondano, maka hari kedua Kelas Pemilu dihadiri siswa dari Kakas, Langowan, Pineleng, Tombariri dan Tombulu dengan fasilitator Lord Malonda, S.Pd.
Antusias para siswa ini nampak dari semangat dalam mengajukan pertanyaan, dimana hal ini menunjukkan bahwa para siswa memiliki rasa ingin tahu tentang pelaksanaan Pemilu.
Selain kegitan layaknya kegiatan belajar mengajar di sekolah, para peserta diajak untuk langsung menerapkan penggunaan hak untuk berpartisipasi dalam tahapan Pemilu. Salah satu bentuknya adalah mengajukan tanggapan masyarakat dalam program pemutakhiran data pemilih (Mutarlih) berkelanjutan.
Menurut Malonda, yang juga ketua divisi perencanaan dan data, Mutarlih berkelanjutan merupakan program nasional untuk secara terus menerus memutahirkan data pemilih sekalipun tidak dalam tahapan pemilu.
“Pemutakhiran itu bisa penambahan pemilih baru atau penghapusan pemilih yg tidak lagi memenuhi syarat,” jelas Malonda.
Lanjut dikatakannya, pemutakhiran data didasarkan pada tanggapan masyarakat yang diantaranya disampaikan oleh siswa peserta Kelas Pemilu.
“Peserta kelas pemilu menjadi pioner tanggapan masyarakat untuk mutarlih berkelanjutan,” ungkap Malonda, sembari menambahkan bila Kelas Pemilu ini masih akan berlanjut hingga Jumat 4 November mendatang.(fernando lumanauw)


























