Minahasa – Andreas Mogot (68), warga Desa Timu Kecamatan Remboken, ditemukan tak bernyawa dengan kondisi membusuk di kamar rumahnya, Senin (28/11) pagi sekitar pukul 07.40 Wita.
Informasi diperoleh Cybersulutnews.co.id, Andreas yang kesehariannya sebagai Kepala Badan Pengurus Desa (BPD) Timu dan tercatat sebagai pelayan khusus atau Penatua di Kolom III GMIM Filadelfia Timu ini, pertama kali ditemukan oleh Jein Kontu, rekan korban sesama Penatua di gereja, yang kala itu datang ke rumah korban dengan maksud mengecek keberadaan korban.
“Pak Andreas pada hari Minggu tidak ke gereja, padahal beliau adalah pelayan khusus. Karena dia tak masuk gereja maka sesama Pelsus saya berkunjung ke rumahnya. Namun, sesampai di rumahnya, rumah dalam keadaan tertutup rapat, tapi anehnya dari dalam rumah mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat,” terang Jein.
Merasa curiga dengan hal tersebut, Jein kemudian memberitahukan hal ini kepada keluarga dekat korban yakni Yantje Mamahit, Nando Legi dan Donald Palilingan.
“Saya kemudian langsung memberitahukan keluarganya yang lain. Kami kemudian kembali ke rumah pak Andreas dan membuka secara paksa pintu rumah yang tertutup rapat dari dalam. Waktu masuk, didapati korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dan mulai berbau busuk,” ujarnya.
Menurut Alex Mogot kakak korban, korban tinggal sendiri di rumah karena istrinya Ace Lumempouw sedang ke Jakarta dan sudah sejak dua bulan lalu berada disana.
“Istrinya sekitar dua bulan yang lalu berangkat ke Jakarta menemui anak-anak mereka Rian Mogot dan Tela Mogot yang tinggal disana. Memang diketahui korban selama ini mengidap penyakit jantung dan asam urat, yang dideritanya sudah sekitar dua tahun belakangan ini, dan pada bulan Oktober 2016 sempat sakit dan dirawat di RSUD Malalayang, dimana sebelumnya juga pernah dirawat di RSU Tondano dengan sakit yang sama,” ujar kakak korban yang dibenarkan istri korban waktu dihubungi via telpon.
Hukum Tua Desa Timu Marco Vetro Tendean menjelaskan, korban adalah ketua BPD dan penatua Kolom III GMIM Filadelfia Timu.
“Memang pada hari Minggu yang baru lewat ini korban tak tampak lagi di gereja karena diketahui memang sedang sakit. Tak disangka bila akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa di rumahnya,” kata Kumtua.
Sementara, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK MH melalui Kapolsek Remboken AKP Berty Titawael SH membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, mendapat informasi adanya penemuan mayat, pihaknya langsung ke tempat kejadian perkara untuk oleh TKP dengan mengumpulkan saksi-saksi untuk dimintai keterangan serta mengumpulkan barang bukti.
“Dugaan sementara korban meninggal karena sakit. Jasad korban langsung dibawa ke RSUD Kandouw Malalayang Manado untuk keperluan outopsi sambil menunggu istri dan anak-anak korban dari Jakarta. Keluarga korban sudah menyetujui untuk dilakukan outopsi,” ujar Titawael.(fernando lumanauw)




















