
Manado – Enam puluh Warga Negara Asing (WNA) asal China dan Taiwan yang ditangkap Tim Manguni Polda Sulut di Kawasan Citra Land dan Kalasey, karena diduga melakukan aksi penipuan via online ternyata tidak memiliki paspor.
“Dari delapan puluh satu WNA yang datang ke Manado, hanya dua puluh satu saya yang bisa menunjukan paspor. Sedang, enam puluh orang lainnya tidak dapat menujukan paspor,” kata Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung, Rabu (23/09/2015), kepada sejumlah wartawan.
Jendral bintang satu itu pun merasa bingung dan heran, melihat enam puluh warga China dan Taiwan yang diamankan pihaknya bisa tiba di Kota Manado melalui jalur udara tanpa menunjukan paspor.
“Ketika diperiksa mereka (enam puluh warga Cina dan Taiwan) memang tidak dapat menunjukan paspor. Saya juga bingung bagaimana mereka bisa tiba di Manado. Dalam kasus ini kita sudah kerjasama dengan pihak Imigrasi. Mereka akan mengidentifikasi orang-orang ini,” terang Kapolda.
Untuk enam puluh WNA yang tidak bisa menujukan paspor kata Kapolda, masih akan terus diselidiki pihaknya. Apakah paspor mereka disimpan kordinator mereka yang ada di Batam atau mereka memang datang ke Kota Manado tanpa memiliki paspor.
Jika dalam penyelidikan terungkap enam puluh WNA itu tiba di Kota Manado tanpa membawa paspor, berarti pengawasan pihak Bandara dan Imigrasi patut dipertanyakan. Jika itu benar, kejadian ini bisa menjelaskan bagaimana uang mengatur segala sesuatu yang tidak bisa menjadi bisa.
Dari informasi yang berhasil dikorek Cybersulutnews.co.id, para pelaku yang tidak dapat menunjukan paspor,menunjukan sandi 888 ketika tiba di Bandara.
Seperti dalam pemberitaan Cybersulutnews.co.id, penangkapan terhadap 81 WNA dilakukan di dua tempat berbeda yakni, di Kawasan Citra Land dan Kalasey.
Di tangan pelaku petugas berhasil menyita barang bukti berupa, puluhan telepon, handpone, kalkulator, alat-alat internet serta uang tunai jutaan rupiah.
Dalam kasus tersebut, Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung juga menghadirkan International Police (Interpol) Cina dan Taiwan, Super Intenden Jay Lie. (jenglen manolong)


























