Pembunuhan Papakelan, Keluarga Korban Tak Puas Dengan Hasil Rekonstruksi

Minahasa – Keluarga korban kasus pembunuhan di Kelurahan Papakelan Lingkungan V Kecamatan Tondano Timur, yang menewaskan lelaki Maikel Manueke (33), pertenghan Juli lalu, tak menerima hasil rekonstruksi pembunuhan kasus tersebut, saat digelar di Mapolres Minahasa, Selasa (11/08) pagi tadi.

Pasalnya, keluarga korban yang datang hampir mencapai ratusan orang tersebut menilai, adegan-adegan yang diperagakan tersangka diduga tidak dengan fakta yang sebenarnya. Mereka menuding, ada yang dilakukan pelaku yang dinilai lebih dari satu orang tak bisa diungkap penyidik Polres Minahasa dalam kasus ini.

Sala satu anggota keluarga yang tak mau menyebutkan namanya menuturkan, korban ditikam berkali-kali oleh tersangka DT alias Deril (27) warga yang sama, namun diperagakan tidak sesuai atau hanya beberapa kali saja. Selain itu, dirinya tidak percaya bila hanya DT yang melakukan penikaman melainkan juga ada lain orang.

“Ini tidak betul, sama sekali tidak sesuai dengan kejadian, nda mungkin ini kalau hanya dilakukan satu orang saja, penyidik harus bisa mengungkap kasus ini,” ujar lelaki tersebut.

Bahkan usai rekonstruksi dilakukan, Sintje Maukar (70) om dari korban sempat pingsan kemudian kerasukan yang menyebabkan dirinya meniru-nirukan gerakan korban saat dirinya mendapat tikaman bertubi-tubi dari tersangka.

Akan tetapi, meski disaksikan hampir ratusan orang keluarga, rekonstruksi yang berlangsung singkat sekira 10 menit tersebut berjalan aman terkendali.

Sementara, rekonstruksi ini melibatkan tersangka dan dua saudara laki-laki yang merupakan kakak dan adiknya, yakni MT alias Mervil dan VT alias Vicky yang keduanya juga memegang pisau, serta seorang saksi.

Terkait hasil rekonstruksi ini, Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Riki Raden Prabowo SIK, melalui salah seorang penyidiknya menuturkan, apa yang diperagakan sudah sesuai BAP dari saksi dan tersangka.

“Kami memang sempat kesulitan karena hampir semua yang ada di TKP tidak ada yang mau bersaksi, namun anehnya saat sementara rekonstruksi berlangsung ada banyak yang bersuara seolah menunjukkan kejadian yang terjadi sebenarnya. Tersangka mengaku hanya melakukan sendiri dan tidak ada saksi mata sehingga penyidik tidak bisa sembarangan. Pelaksanaan rekon ini sudah sesuai dengan keterangan dari saksi dan pelaku, penyidik telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sebelumnya, korban
Maikel Manueke (33) meninggal dunia ditangan DT alias Deril, yang tak lain adalah sepupu korban sendiri, dengan 11 luka tikaman, Minggu 19 Juli lalu. Disaat kejadian waktu itu, pelaku ditemani dua saudaranya, MT alias Mervil dan VT alias Vicky.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan