Tomohon – Kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memotong sejumlah pos amggaran dari pusat cukup membingungkan sejumlah pemerintah daerah. Isu yang berhembus bahkan mengatakan pemotongan anggaran ini berakibat pada gaji dan tunjangan guru dan PNS.
Pemkot Tomohon melalui Sekda Dr Arnold Poli MAP, Senin (29/08/2016) kepada cybersulutnews menjelaskan di Tomohon memang akan ada pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU), meski dirinya tak merinci jumlah tepatnya.
“Namun pemotongan ini tak berpengaruh pada pembayaran gaji dan tunjangan PNS,” tegas Poli.
Begitu pun soal pemotongan anggaran tunjangan sertifikasi guru bagi guru profesional.
“Memang setiap tahun pusat mengirimkan dana sertifikasi guru itu lebih untuk cadangan bagi calon guru profesional. Nah dana-dana tersebut tak pernah digeser untuk pos anggaran lain. Tetap disimpan untuk anggaran selanjutnya. Jadi kalau diaudit pun tetap ada dan dipertanggungjawabkan,” jelas Ketua AGIS Sulut ini.
Dirinya pun menghimbau para PNS untuk tak terpengaruh dengan kabar yang beredar.
“Pemerintah tetap memprioritas gaji bagi para abdi negara. Jadi PNS tetap tenang dan tetap melakukan tugas sebaik mungkin,” tukasnya. (mar)





















