Minahasa – Si jago merah kembali beraksi di Langowan. Kurang dari satu jam, sebanyak lima rumah milik warga di Desa Amongena Dua Kecamatan Langowan Timur, tepanya samping Gereja Kristen Bahtera Injil (GKBI) Amongena, di perbatasan Desa Amongena Dua dan Tiga, ludes terbakar, Jumat (29/05), sekitar pukul 15.15 Wita.
Keempat keluarga yang kehilangan tempat tinggal mereka yakni, keluarga Manaroisong-Londah, Londa-Wanua, Misi-Manaroisnong dan keluarga Wotulo-Londah, serta satu Pastori milik GKBI.
Joy Oroh, saksi mata yang pertama kali melihat peristiwa kebakaran mengatakan, api begitu cepat menyala dan melahap kelima rumah yang berada saling berdekatan pada satu halaman itu.
“Saat itu saya sementara bekerja membuat rumah tepat di depan rumah-rumah yang terbakar itu. Waktu kejadian saya berada di tingkat dua rumah dan sementara bekerja, kemudian tiba-tiba terlihat kumpulan asap yang begitu besar dari salah satu rumah yang terbakar. Melihat kejadian tersebut saya langsung berteriak untuk memberikan informasi bahwa ada kebakaran kepada warga sambil memukul tiang listrik yang saat itu juga warga langsung berhamburan ke jalan dan datang memberi pertolongan,” tuturnya.
Hanya saja menurutnya, karena keterbatasan peralatan, warga menemui kesulitan untuk memadamkan api yang terus berkobar hingga keempat rumah dan Pastori GKBI tersebut ludes.
“Warga sudah tidak bisa berbuat banyak karena api begitu cepat merembet ke rumah-rumah yang pada umumnya terbuat dari kayu. Dengan peralatan seadanya seperti ember, warga berusaha memadamkan api dan sebagian warga berusaha mengeluarkan segala benda-benda yang bisa di selamatakan,” ungkapnya.
Terkait peristiwa ini, Kapolsek Langowan Timur, AKP Sammy Pandelaki, kepada Cybersulutnews.co.id membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.
Menurutnya, dari hasil keterangan warga yang merupakan saksi mata diperoleh bahwa, peristiwa kebakaran tersebut terjadi berasal dari rumah keluarga Londa-Wanua dan selanjutnya merembent pada keluarga Londa-Manaroinsong selanjutnya ke keluarga Wotulo Londa dan keluarga Misi-Manaroinsong, kemudian merembet di Pastori GKBI.
“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp300 juta rupiah. Sementara, untuk penyebab kebakaran masih sementara diselidiki,” tandasnya.(fernando lumanauw)


























