Bitung – Protes ratusan Tenaga Harian Lepas (THL), Kepala Lingkungan (Pala) dan RT yang dipecat tak manusiawi berbuntut upaya legislator DPRD Bitung menggunakan Hak Angket terhadap Walikota Bitung, Max J Lomban.
Pasalnya legislator dari tiga Fraksi yakni Fraksi Demokrat, Fraksi Gerindra, Fraksi Kebangkitan Nurani di DPRD Kota Bitung mendapati banyak keganjilan terhadap perekrutan THL, Pala dan RT yang kemudian mendatangkan arus protes besar-besaran dari ratusan THL, Pala dan RT yang dipecat untuk meminta suaka kepada wakil rakyat di DPRD Bitung.
Hal ini dibuktikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi A, B dan C di DPRD Bitung yang juga menghadirkan pihak Pemkot Bitung bersama ratusan mantan Pala, RT dan Tenaga THL berlangsung alot di ruang sidang kantor DPRD Bitung, (19/8/16).
Sehingga Fraksi Demokrat, Fraksi Gerindra, Fraksi Kebangkitan Nurani dengan tegas menyatakan pada Senin pekan depan akan mengajukan Hak Angket.
“Kami akan layangkan hak angket,” tegas Ronny Boham, Dewi Suawa dan Tonny Yunus di ruang sidang DPRD Bitung yang mendapat elu-eluan ratusan THL, Pala dan RT yang mencari keadilan itu.
Dijelaskan ketiga legislator tersebut, jika memang SK Walikota sudah final dan tidak dapat diubah, maka Fraksi yang ada akan gunakan Hak Angket atas permasalahan perekrutan THL, Pala dan RT tersebut.
” Kami dari tiga Fraksi akan gunakan hak angket terkait perekrutan THL, Pala dan RT yang telah menimbulkan gejolak ditengah masyarakat,” tegas para wakil rakyat itu.
Setali tiga uang, ternyata kepedulian yang sama juga dikatakan, Faisal Zulkarnain dari Partai Persatuan Pembangunan yang mendukung langkah ketiga Fraksi itu mengajukan Hak Angket. “Saya berharap juga Fraksi Keadilan dan Persatuan juga mengajukan hal yang sama,” ujarnya.
Seperti diketahui berdasarkan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2014, tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD, pada pasal 349, Hak Angket DPRD dapat diajukan untuk menyelidiki kebijakan pemerintah daerah yang diduga melanggar peraturan, atau kejadian luar biasa di daerah yang bersifat penting, strategis dan berdampak luas.(ferry bolung)




















