Manado – Masyarakat Amerika dan Belanda sangat meminati komoditi biji pala asal Sulawesi Utara (Sulut) menyusul pengiriman komoditi tersebut kedua negara rutin dilakukan tiap minggunya.
Kepala Bidang Perdagangan Luar negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Feby Karambut mengatakan produk biji pala dijadikan rempah-rempah oleh kedua negara tersebut.
“Biji pala yang diekspor ke Belanda sebanyak 14 ton dengan sumbangan devisa bagi daerah sebesar US$210.000,” katanya.
Lanjut ia katakan, selain biji pala, juga diekspor ke Belanda bunga pala sebanyak 20 ton dengan nilai US$300.000.
“Yang diekspor ke Amerika sebanyak 14 ton biji pala dengan devisa sebanyak US$149.800,” jelasnya.
Katanya, biji pala dan bunga pala asal Sulut selain dijadikan rempah-rempah dalam berbagai jenis makanan, juga sebagai bahan baku farmasi dan terapi.(Nancy tigauw)


























