Sumakul Diharapkan Reformasi Mental Spiritual GMIM

Pendeta Sumakul usai terpilih
Pendeta Sumakul usai terpilih

Tomohon – Pasca terpilih sebagai Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (GMIM) periode 2014 -2018, tugas berat kini dialamatkan ke Pdt H B Sumakul. Berbagai masalah intern GMIM masih terus menyeliputi organisai gereja terbesar kedua di Indonesia ini.

Hanny Soriton, salah satu pelayan di wilayah Langowan Kelelondey berharap, Sumakul bisa membenahi mental spiritual GMIM secara keseluruhan.

“Seperti kita lihat saat ini masih banyak permasalahan GMIM yang belum terselesaikan. Seperti masalah asset dan masalah dualisme UKIT. Masalah rumah sakit-rumah sakit GMIM serta sekolah-sekolah GMIM yang saat ini seperti terus bermasalah. Nah, jika mental-spiritual para pemimpin GMIM direformasi dan diperbaiki, saya pikir dengan kerendahan hati dan pola pikir kembali sebagai pelayan, takkan ​ada masalah-masalah yang timbul,” ujar Soriton.

Memang kata Soriton, tugas Sumakul sebagai pemimpin tertinggi di GMIM tak mudah. Namun begitu, struktural BPMS yang sementara dipilih harus mendukung kepemimpinan Sumakul agar tugas pembenahan GMIM bisa terlaksana mudah.

Sebelumnya, kepada wartawan usai dinyatakan sebagai pemenang, Sumakul mengatakan bahwa jabatan yang diraihnya adalah tugas kehambaan bukan tugas kekuasaan.

“Saya akan mereformasi dari dalam kemudian secara menyeluruh sampai ke Jemaat. Semoga Tuhan menuntun saya,”ujar Sumakul. (Maria Wolajan)

Tinggalkan Balasan