Minahasa – Terminal Penumpang di Kota Tondano, kini tepatnya di Kelurahan Wawalintouwan Kecamatan Tondano Barat, dinilai tak lagi representatif.
Selain lokasinya berada dipusat keramaian, terminal ini tak lagi mampu menampung ratusan kendaraan angkutan penumpang yang biasa mangkal di terminal tersebut. Perluas terminal pun tak lagi memungkinkan, karena tidak ada ketersediaan lahan.
“Ikut benarnya, terminal ini seharusnya sudah tidak layak dan butuh pembangunan terminal yang baru. Karena, lahan terminal ini sudah mentok dan tak bisa diperluas lagi. Pemerintah dalam hal ini Dishubkominfo Kabupaten Minahasa, sebaiknya segera membangun terminal baru, karena yang saya dengar beberapa waktu lalu ada janji dari Kementrian Perhubungan untuk pembangunan terminal baru senilai Rp 10 miliar tapi hingga kini masih tanda tanya,” ujar salah seorang sopir angkutan umum jurusan Tondano-Manado, didampingi sejumlah temannya.
Kepala Dishubkominfo Minahasa, Royke Kaloh SH, ketika dokonfirmasi CSN, Kamis (11/09), terkait hal ini tak menampik. Dirinya menjelaskan, kapasitas terminal memang hanya mampu tampung 125 kendaraan, yakni 80 unit untuk terminal bagian atas dan 45 unit bagian bawah.
Sehingga menurutnya, dengan hal tersebut, Pemkab Minahasa melalui Dishubkominfo Minahasa berupaya mengadakan terminal baru pada lahan yang baru.
“Namun hal tersebut masih dalam perencanaan dan pembentukan panitia pembebasan lahan. Karena salah satu syarat agar bisa mendapat bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah harus mengantongi sertifikat lahan yang akan dibangun,” terang Kaloh, sembari menambahkan, pembangunan terminal baru direncanakan berlokasi di Kelurahan Rerewokan atas Kecamatan Tondano Barat, berbatasan dengan Kelurahan Sumalangka Kecamatan Tondano Utara.
“Kepastian pembangunannya masih belum bisa dipastikan karena Pemkab Minahasa masih harus mengusulkan bila selesai pembebesan lahan, untuk diakomodir di APBN, bisa 2015 atau juga 2016,” ujarnya.
Setiap harinya, terminal yang hanya memiliki luas 8.553 meter persegi ini harus menampung 172 kendaraan yang melayani 18 trayek, dari total 362 angkutan umum yang ada.(fernando lumanauw)


























