Tomohon – Target Pemkot Tomohon melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Distanakan) untuk menjadi daerah pengekspor bunga di 2015 dianggap masih jauh alias belum mampu. Dengan sisa waktu yang tinggal sedikit, tekad ini dianggap bukan perkara mudah.
“Target tersebut saya anggap tidak realistis. Pasalnya kalau kita lihat produksi bunga di Kota Tomohon ini belum cukup secara kuantitas maupun kualitasnya. Dari informasi yang saya dapatkan, pada saat pelaksanaan Tournamnet of Flower (Tof) saat Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2014, stok bunga yang dipakai tidak cukup, terutama bunga krisan. Jadi menurut saya angan-angan tersebut masih sekedar lip service semata,” ujar Vecky Sualang, warga Paslaten.
Jika pun misi tersebut akan dilaksanakan, Sualang berpendapat Distanakan Tomohon harus bekerja keras.
“Menciptakan bunga kualitas ekspor itu butuh kerja keras. Harus ditanam oleh petani yang sudah mempunyai skill yang baik, lahan yang tepat serta tuntunan dari instansi terkait secara berkelanjutan. Saya pikir petani bunga di Tomohon masih satu tahap lagi mencpai hal ini, di samping angka produksi yang harus cukup memenuhi kebutuhan pasar lokal,” tandas Sualang.
Diketahui Tahun 2015, Tomohon sudah akan menghasilkan bunga kualitas ekspor. Bunga produksi asli Tomohon ini adalah Krisan Kulo atau Krisan Putih dan Krisan Riri atau Krisan Kuning.
Kepala Distanakan Kota Tomohon Ir Ewrvinz DH Liuw MSi mengungkapkan, saat ini pihaknya terus melakukan percobaan produksi untuk menghasilkan kualitas terbaik.
”Target kami tahun 2015 sudah mengekspor bunga hasil pengembangan sendiri. Tentunya dengan kualitas unggul dan standar ekspor,” ungkapnya. (maria wolajan)


























