Manado – Setelah berhasil meraih gelar Juara Umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Seri I di Legokjawa Pangandaran, Jawa Barat, Sulawesi Utara (Sulut) menatap langkah lebih besar.
Sulut siap menjadi tuan rumah Kejurnas Pacuan Kuda Seri II perebutan Piala Presiden yang rencananya digelar di Arena Pacuan Kuda Tompaso, Kabupaten Minahasa, pada Oktober 2026.
Komitmen ini ditegaskan saat rombongan kontingen Sulut melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026).
Dalam pertemuan itu, caretaker Ketua Pordasi Sulut James R. Waani, MBA bersama Ketua Kontingen Sulut Billy Wowiling, serta perwakilan peternak Mario Bahar dari Bendang Stable (salah satu peternak kuda pacu terbesar di Indonesia) menyerahkan piala Juara Umum Kejurnas Seri I sekaligus melaporkan amanah yang diterima dari Pengurus Pusat Pordasi.
“Kami membawa kabar gembira sekaligus permohonan dukungan. Sulut telah didaulat oleh PP Pordasi menjadi tuan rumah Kejurnas Pacuan Kuda Seri II perebutan Piala Presiden yang direncanakan berlangsung bulan Oktober nanti. Kami memohon dukungan Pemprov Sulut, baik untuk kebutuhan penyelenggaraan maupun pengaturan transportasi dan lalu lintas perpindahan kuda dari berbagai daerah peserta,” ungkap James R. Waani saat melaporkan kepada Gubernur.
Gubernur Yulius Selvanus menyambut baik dan mengungkapkan apresiasinya terhadap kontingen Sulut yang berhasil meraih prestasi membanggakan di Kejurnas Seri I.
Apresiasi khusus diberikan gubernur kepada semua yang berkontribusi, yakni, para pelatih, joki, pemilik kuda, stable (Eclipse, Bendang, Rimboka, Miranda, Jatinom, BHM, Oktagon dan Tonsea) serta pengurus Pordasi Sulut.
Terkait rencana Sululut menjadi tuan rumah Seri II, Gubernur Yulius Selvanus Komaling memberikan apresiasi dan dukungan penuh.
Menurutnya, kepercayaan menjadi tuan rumah ajang bergengsi nasional ini adalah bukti pengakuan terhadap potensi dan kapasitas Sulut di dunia pacuan kuda.
“Kepercayaan ini adalah kehormatan sekaligus momentum bagi kita untuk menunjukkan kepada seluruh bangsa bahwa Sulawesi Utara mampu menggelar ajang olahraga berkuda tingkat nasional dengan standar terbaik. Kami dukung penuh pelaksanaan kegiatan ini,” tegas Gubernur YSK.
Meski demikian, Gubernur mengingatkan seluruh pihak terkait agar tidak lengah dalam persiapan. Ia menekankan aspek teknis dan pelayanan harus menjadi prioritas utama demi kelancaran ajang tersebut.
“Jangan sampai ada yang terlewat. Kita ingin pelaksanaan Kejurnas nanti benar-benar dipersiapkan dengan matang, mulai dari aspek teknis lintasan, kesiapan fasilitas pendukung, hingga pelayanan yang layak bagi seluruh peserta dari berbagai daerah,” pesan Gubernur YSK.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulut, Audy Pangemanan, menyatakan kesiapan penyelenggaraan sudah berjalan signifikan. Ia memperkirakan peluang pelaksanaan di Tompaso sudah mencapai 90 persen.
“Fasilitas utama di Arena Pacuan Kuda Tompaso, baik lintasan pacuan maupun kandang-kandang kuda, saat ini sudah dalam kondisi siap 100 persen. Tinggal penyempurnaan beberapa aspek teknis, terutama terkait pengaturan transportasi kuda antar daerah serta kebutuhan operasional pendukung lainnya yang sedang kita bahas bersama,” jelas Audy Pangemanan.
Ke depannya, Kejurnas Seri II ini tidak hanya menjadi ajang rebut prestasi semata. Diharapkan ajang ini juga mampu menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat sekitar, meningkatkan kunjungan wisata, serta semakin mengukuhkan posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga pacuan kuda terkemuka di Indonesia.
























