Manado – Difetri mengintai Sulut pasca ditemukannya penyakit infeksi yang disebabkan Corynebacterium diphtheria di Kots Manado. Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR Djouhari Kansil MPd, menghimbau warga di daerah Nyiur Melambai untuk mewaspadai penyerbaran penyakit yang belum lama ini ditemukan di Kelurahan Karame, Kota Manado.
Menurut Kansil, Dinas Kesehatan se-Sulut diharapkan berperan dalam mengatasi kasus difteri yang baru dan yang pertama ditemukan di daerah ini.
“Dinas Kesehatan di Sulut diharapkan terus melakukan pendeteksian kasus yang merupakan hasil konfirmasi dari balai besar laboratorium Kesehatan di Surabaya ini,” tandasnya.
Adapun Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), langsung mengambil langkah cepat dengan turun lapangan mengatasi penyebaran virus difteri yang ditemukan di Kelurahan Karame, Kota Manado.
Menurut Kadinkes Sulut dr Grace L Punuh Mkes, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kota Manado, melakukan penyuluhan kesehatan tentang penyakit difteri, serta melakukan pemberian imunisasi difteri tambahan kepada anak-anak usia 2 bulan, bahkan sampai 15 Tahun di kelurahan Karame kecamatan Wawonasa baru-baru ini.
“Langkah yang kami lakukan ini, akan dilanjutkan secara bertahap di Kelurahan yang berbatasan langsung, termasuk di Sekolah-Sekolah di lingkungan Kelurahan se Kecamatan Wawonasa,” ujar Punuh.
Kata dia, masyarakat dihimbau waspada terhadap gejala penyakit ini, sambil tetap menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh.
“Virus difetri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan Corynebacterium diphtheria. Bakterinya menyerang balita usia 4-8 bulan, tapi bisa dapat juga menyerang semua golongan umur yang status imunisasi difterinya tak lengkap atau antibodinya tak cukup protektif,” tukas Punuh.
Lanjut dia, sumber penularan virus ini pada manusia, dengan cara penyebarannya lewat udara.
“Gejalanya seperti demam kurang lebih 38 derajad, terbentuknya lapisan putih keabuan (pseudomembrane,red) yang tak mudah lepas, mudah berdarah di tenggorokan, sakit menelan, leher membengkak, dan sesak nafas,” terang Punuh, sembari menambahkan jika mendapati gejala-gejala seperti ini, segera ketempat pelayanan kesehatan terdekat.
“Kalau ada gejala seperti itu, harus langsung dibawa ke tempat pelayanan kesehatan,” imbuhnya.

























