Tomohon – Rencana penggusuran semua bangunan di ruas jalan Tinoor-Manado mendapat berbagai tanggapan masyarakat. Apalagi bagi masyarakat yang memiliki usaha di kawasan yang kini dinyatakan pemerintah rawan bencana longsor.
Norma Nangka, warga Tinoor, pemilik rumah makan Heng Mien mengatakan dirinya setuju-setuju saja jika tempat usahanya bakal direlokasi, namun ia meminta pemerintah bersifat adil pada wacana penggusuran lahan tersebut.
“Jangan hanya tebang pilih. Kalau memang akan disterilkan lokasi ini seharusnya semua usaha yang ada mulai dari Kinilow sampai Tinoor,” tegas Nangka yang juga Legislator DPRD Kota Tomohon dari Fraksi Demokrat ini.
Nangka melanjutkan, jika hanya ditinjau dari faktor resiko akan terjadinya longsor pada lokasi-lokasi tersebut, Nangka menjamin rumah makan Heng Mien tak akan kena longsor.
“Kenapa juga saya harus mengorbankan nyawa saya dan keluarga untuk tetap bertahan di tempat usaha kami jika memang lokasi itu rawan bencana. Karna saya yakin tempat usaha saya takkan longosr karena struktur bangunannya sudah lebih kuat dibanding beberapa rumah yang longsor waktu lalu,” terang warga Tinoor I ini.
Nangka pun menyebut dirinya membawa aspirasi sekitar 100 tempat usaha di ruas jalan Tinoor-Manado yang meminta pemerintah untuk mengkaji kembali wacana merobohkan semua bangunan di tepian jalan tersebut.
“Bisa saja kan ada titik-titik yang masih bisa didirikan bangunan. Karna masyarakat juga membutuhkan usaha jual-beli kami. Jadi masyarakat meminta pemerintah mengajak kami, masyarakat pemilik usaha untuk duduk bersama membahas hal ini agar mendapat titik tengah yang menguntungkan kedua pihak,” lanjut Nangka.
Di sisi lain Nangka bertutur, sejak jalan Tomohon-Manado putus, usahanya merugi. Ia harus tetap menggaji sekitar 50-an karyawannya.
“Saya baru saja merenovasi rumah makan saya ini sekitar Rp 1 miliar. Belum rampung, bencana sudah datang. Saya hanya bisa pasrah dan mensyukuri karna ini semua rencana Tuhan,”keluh Nangka yang berusaha di tinnor ini sejak tahun 1995.
Sebelumnya Sekda Kota Tomohon, Dr Arnold Poli menegaskan Pemkot takkan pendang bulu soal penertiban bangunan di ruas Tinoor Manado.
“Sesuai kajian teknis memang sendimen tanah di area itu memang sudah rapuh, harus direnovasi secara menyeluruh. Jalan harus dibuat permanen. Meski demikian warga yang memiliki bangunan di tepi jalan ini harus direlokasi,” tegas Poli.
Namun Poli mengatakan sebelum rencana ini dimulai akan dibicarakan dengan warga pemilik lahan.
“Semua harus dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku,”tukas Poli.(Maria Wolajan)




















