Manado – Dugaan adanya ‘jin’ jalanan yang sering meminta uang damai kepada masyarakat Minahasa yang terkena sweeping, langsung direspon Kapolres, AKBP Ronald Rumondor.
Kepada sejumlah wartawan pos liputan Polda Sulut, Rumondor menegaskan akan menindak oknum polisi lalu lintas nakal yang ada di jajarannya.
“Nanti akan ditindak sesuai prosedur. Saya masih di Jakarta, nanti saya hubungi Kasat Lantas,” singkat Rumondor, Selasa (06/10/2015) sore, melalui telephone selulernya.
Seperti pantauan, ‘jin’ jalanan yang bertugas di Sat Lantas Polres Minahasa meminta sejumlah uang Rp 50.000 kepada masyarakat yang kedapatan melakukan pelanggaran.
Tak hanya meminta uang damai, salah satu anggota yang diketahui bernama Brigadir Rarawona, nampak arogan ketika menggelar sweeping di jalan Tataaran Patar, Senin (05/10/2015) siang.
Bagaikan preman kampung, pengayom masyarakat itu langsung mencegat dan mencabut kunci kendaraan roda dua dan empat milik pengendara yang melintas di daerah tersebut.
“Setelah saya memberikan SIM dan STNK, polisi yang diketahui bernama Rarawona itu langsung mencabut kunci kendaraan bermotor saya. Saya jadi bingung. Dalam hati saya bertanya salah apa saya,” kata salah satu pengendara kendaraan Yamaha Vixion yang mengaku bernama Rivaldo.
“Tapi saya takut melawan. Saya pun hanya diam dan menyaksikan kunci kendaraan saya diambil dan diserahkan ke salah satu polisi yang berdiri di depan mobil berwarna putih,” sambungnya.
Senada dikatakan Grace, pengendara mobil yang terjaring operasi. Kepada wartawan, ia mengatakan ketika mobil yang dia kendarai dihentikan. Brigadir Rarawona yang berpostur tubuh tinggi langsung mencabut kunci kendaraan mobilnya.
“Dia langsung cabut kunci mobil saya dan minta memperlihatkan surat-surat. Ketika saya tunjukan dia (Brigadir Rarawona, red) langsung mengijinkan saya meneruskan perjalanan,” kata Grace yang mengaku hendak pulang ke Desa Remboken.
Sedang, dari foto yang diabadikan menunjukan, seorang polisi langsung memberikan kunci kendaraan setelah seorang wanita yang terjaring razia memberikan uang damai. Aksi para petugas itu pun dilihat pengguna kendaraan yang melintas di daerah tersebut. (jenglen manolong)




















