Minahasa – Kebiasaan kunjungan kerja atau study banding (Stuba) keluar daerah dengan dalih menimbah ilmu yang ujungnya menghabiskan uang rakyat, nampaknya sudah menjadi ‘penyakit kronis’ Legislator Minahasa.
Pasalnya, baru saja Anggaran Pendapatan Belanjan Daerah Perubahan (APBD-P) Minahasa tahun 2015 disahkan Pemerintah Provinsi Sulut, para Legislator gedung Manguni ini langsung siap-siap pelesir ke luar daerah atau terbang berjamaah, dengan dalih study banding.
Wakil Ketua DPRD Minahasa, Careig Naichel Runtu SIP, ketika ditemui wartawan, Jumat (09/10), untuk konfirmasi tentang rencana keberangkatan 35 Legislator Minahasa, tak menampik.
Menurutnya, rencananya para anggota DPRD ini akan berangkat Senin pekan depan dengan tujuan Kabupaten Bandung dan Bandung Barat Provinsi Jawa Barat, yang akan dibagi dalam dua tim.
“Tujuan stuban kali ini yakni untuk menimbah ilmu soal pembangunan dan pelayanan kesehatan, serta hal penting lainnya. Dimana kita disana bisa belajar sesuatu yang baru yang kemudian bisa diterapkan di Minahasa, yang tentunya bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.
Sementara, terkait rencana keberangkatan para wakil rakyat di Minahasa ini, mendapat kritikan dari sejumlah masyarakat. Menurut mereka, rencana keberangkatan stuban anggota dewan dengan dalih untuk belajar tentang pembangunan dan pelayanan kesehatan itu tak berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.
“Menurut saya itu tak ada pengaruhnya dengan kepentingan masyarakat melainkan untuk kepentingan mereka saja. Padahal banyak hal yang bisa lebih positif dilakukan oleh anggota dewan kita ini. Seperti contoh, upayakan penambahan kendaraan pemadam kebakaran karena kendaraan ini sangat minim di Minahasa yang sangat luas, apalagi maraknya kebakaran hutan dan lahan bahkan rumah warga seperti yang terjadi akhir-akhir ini,” ujar Ronny Mantik, warga Tondano, yang turut diaminkan sejumlah rekannya yang sama-sama bekerja di perusahaan swasta ini.(fernando lumanauw)




















