
Minahasa – Sejumlah Personil Protokoler Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, dilatih tingkatkan profesionalisme kerja keprotokolan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), dalam acara rapat pembinaan Keprotokolan Tingkat Nasional Tahun 2014, Sabtu, (01/03), bertempat di The Media Hotel, Jakarta.
Sekjen Kemendagri RI yang diwakili Staf Ahli Mendagri Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Dr Afriadi Hasibuan MCom, saat membuka kegiatan mengatakan, aparat Keprotokolan harus tingkatkan profesionalisme, jangan cepat merasa puas, terus meningkatkan kinerja dan harus menciptakan sesuatu yang baik.
“Protokoler bertanggung jawab terhadap kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi Tata Tempat, Tata Upacara dan Tata Penghormatan yang diperuntukan untuk seseorang sesuai dengan jabatan dan kedudukannya dalam negara, pemerintahan dan masyarakat,” ujarnya.
Adapun materi dan nara sumber dalam kegiatan ini diantaranya, Tata Tempat, Tata Upacara dan Tata Penghormatan oleh Irwil I Itjen Kemendagri, Drs Didik Nugroho, materi Etika Keprotokolan dan Pergaulan Internasional oleh Simson Nadeak SSos MPub dari Biro Protokol Sekretariat Presiden, Penyusunan dan Penganggaran Keprotokolan oleh Direktur Anggaran Daerah Ditjen Keuda, Ahmad Bakir AA Haq, Teknik dan Praktek Pembawa Acara oleh Ifit Qaltia SIP dan materi Sosialisasi Permendagri No 11/2008 dan Permendagri No 11/2014 serta Regulasi dan Implementasi Keprotokolan oleh Kepala Bagian Protokol Kemendagri Dr A Fatoni MSi.
Sementara, Kegiatan yang diawali dengan Laporan Kepala Biro Umum Setjen Kemendagri Sugiarto SE MSi ini, berlangsung hingga Minggu (02/03), dan diikuti oleh para Kepala Bagian Protokol Propinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Kabag Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Agustivo Tumundo SE MSi, yang hadir didampingi Kepala Sub Bagian Informasi Humas Pemkab Minahasa, Pingkan Assa SSTP MAP, dalam kegiatan ini mengatakan, kegiatan pembinaan keprotokolan seperti ini sangat baik digelar setiap semester, sehingga menjadi wadah dan sarana evaluasi bagi para pejabat keprotokolan di daerah.
“Kegiatan ini sangat penting bagi kami, bagaimana kami bisa lebih profesional dalam melayani abdi pejabat negara,” ujar Tumundo.(fernando lumanauw)




















