Manado – Krisis pangan sering terjadi di dua pulau perbatasan, yakni Miangas Kabupaten Talaud dan Marore Kabupaten Sangihe, menjadi perhatian khusus Badan Ketahanan Pangan (BKP) provinsi Sulut.
Kepala BKP Sulut, Ir Jemmy Kuhu mengatakan, perkembangan dua pulau terluar Indonesia di bagian Utara tersebut masih sangat jauh tertinggal dengan daerah lain di Sulawesi Utara terutama ditinjau dari aspek ketahanan pangan. Hal ini menurutnya disebabkan oleh tidak memadainya sumber daya alam dan sumber daya manusia di dua pulau ini.
“Di samping itu, pasokan bahan pangan sering terkendala oleh letak geografis dan ketersediaan sarana dan prasarana transportasi serta iklim dan cuaca yang tidak menentusehingga potensi kerawanan pangan sangat mungkin terjadi,” ungkap Kuhu.
Melihat kondisi ini, BKP Sulut merancang suatu model penyediaan pangan berbasis kawasan yang terintegrasi untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah kepulauan perbatasan dalam hal ini Miangas dan Marore.
“Model yang kami buat selain untuk peningkatan produksi pangan yang dapat menjamin pemenuhan ke¬butuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan manusia juga dengan membuat standart operasional dan prosedur distribusi pangan di Miangas dan Marore,” rterang Kuhu.
Menurut pria yang tengaqh mengikuti Diklat Kepemimpinan tingkat 2 (Pim 2) di LAN Jatinangor, model ini merupakan terobosan BKP Sulut terutama dalam menunjang Sapta Cipta Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw sebagai penajaman dari Nawa Cita Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yakni membangun dari pinggiran, menjadikan daerah perbatasan sebagai beranda utama NKRI.
“Ini juga sebagai langkah kongkrit BKP dalam mensukseskan kegiatan ODSK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan),” ujar Kuhu.
Ditambahkannya, model penyediaan pangan berbasis kawasan yang terintegrasi untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah kepulauan perbatasan (Maroreh dan Miangas) ini juga akan menjadi proyek perubahan yang akan ia paparkan dalam Diklat Pim 2 yang tengah ia ikuti,

























