Manado – Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis SAP MM, didampingi Dandim 1309/Manado Kolonel Inf Daniel Edgar S Lalawi, melaksanakan kunjungan silahturahmi ke Uskup Keuskupan Manado, di Jln Sam Ratulangi Nomor 66, Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Selasa (15/03).
Kunjungan Danrem 131/Santiago ini disambut dengan baik dan penuh kekeluargaan oleh Uskup Keuskupan Manado, Mgr Benedictus Estepanus Rolly Untu MSC, yang kala itu didampingi Sekertaris Keuskupan Manado, Pastor Johanis Montolalu, bertempat di ruang pertemuan Keuskupan Manado.
Uskup Mgr Benedictus dalam kesempatan tersebut menyampaikan selamat datang kepada Brigjen TNI Mukhlis SAP MM dan Dandim 1309/Manado, disertai ucapan terima kasih dan rasa bangga karena sudah meluangkan waktu untuk datang berkunjung di Kantor Keuskupan Manado.
“Melalui pertemuan yang sangat baik ini, semoga menjadi suatu momentum untuk terus menjalin hubungan tali persaudaraan, sehingga tercipta suasana damai. Kami akan selalu berusaha bekerja sama dan membantu mendukung tugas-tugas TNI-AD yang ada di wilayah Kota Manado, umumnya di Sulut ini,” ujar Uskup.
Danrem Mukhlis dalam pertemuan ini, terlebih dahulu memperkenalkan diri kepada segenap keluarga besar Keuskupan Manado. Dia pun lalu menyampaikan maksud kedatanganya ke Keuskupan Manado ini.
“Kunjungan kami ini untuk menjalin komunikasi dan tali silaturahmi, serta hubungan persaudaraan yang selama ini sudah terjalin lama dengan baik,” ujar Mukhlis.
Danrem juga mengharapkan kepada semua Tokoh Agama yang ada di Kota Manado, untuk tetap bersinergi dalam menjaga kedamaian dan memelihara persaudaraan antar sesama umat beragama.
Brigjen Mukhlis menambahkan, masyarakat yang tinggal di Kota Manado sangat heterogen, terdiri dari banyak suku, ras dan agama yang berbeda-beda. Untuk itu, dirinya mengajak dan menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, demi keutuhan wilayah NKRI, dengan cara saling menghargai dan menghormati antar sesama umat agama.
“Mari kita bangun dan jaga bersama-sama kebhinekaan ini dengan semboyan berbeda beda tapi tetap satu. Sehingga, kita semua bisa hidup berdampingan dengan damai. jaga kerukunan dan bangun kebersamaan di wilayah Kota Manado dan umumnya Sulut yang kita cintai ini,” ujarnya.
“Mari kita jadikan Provinsi Sulawesi Utara ini, menjadi barometer untuk daerah daerah lain, dalam hal toleransi beragama, serta dalam hal ketertiban maupun keamanan di wilayah. Tentunya ini semua membutuhkan kerja sama dan kesadaran dari kita semua,” pungkasnya.(fernando lumanauw)


























