
“Kami sudah kantongi nama ada oknum pejabat yang diduga jadi mafia tanah. Kami terus mempelajari dan mendalami modus yang dijalankan sehingga korban sepertinya tidak berdaya untuk menggugat, oleh karena itu FBI Sulut dalam waktu dekat ini akan melaksanakan beberapa agenda gerakan selain pengawasan terhadap pejabat publik, kami akan prioritaskan bagi korban dari para Mafia Tanah dengan menyiapkan wadah konsultan hukum juga mengadvokasi,” kata Ketua FBI Sulut, Hari Lesar SE, didampingi Bendahara FBI Sulut, Lucky Makaampoh dan Ketua FBI DPC Manado, Donny Wurangian.
Lanjut Lesar, FBI yang merupakan organisasi buruh yang bermetamorfosis dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) ini, bahwa organisasi buruh FBI dalam pergerakannya selain fokus terhadap permasalahan buruh, juga agenda dalam berbagai ketimpangan di masyarakat seperti Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN), serta masalah hak ulayat seperti mafia tanah yang memiskinkan warga dengan berbagai perbuatan intervensi dan melawan hukum mereka.
“Jangan coba-coba melakukan kegiatan melawan hukum melalui surat-surat tanah yang dengan sengaja dipalsukan surat kepemilikannya, agenda kami khusus pembebasan jalan tol Manado – Bitung, Pemerintah juga dalam hal ini harus peka dan jangan melakukan tindakan melanggar hukum dengan membayar tanah yang belum jelas kepemilikannya (surat tanah di palsukan,red). Dan ada oknum pejabat yang diduga melakukan hal itu, kami tidak sungkan-sungkan untuk membongkarnya serta tentunya terlebih dahulu meminta aparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan untuj benar-benar pro terhadap masyarakat,” jelasnya sembari menyatakan FBI ada kurang lebih 10 pengacara siap mengawal korban dari mafia tanah itu.
“Masyarakat bisa mendatangi kami dialamat Sekretariat Federasi Buruh Indonesia Sulut (DPW FBI – SULUT) Jln. Babe Palar No. 43 / Rike Manado 95117, Telp. 0853 9571 2248 Fax. (0431) – 827 792 Email. Fbi_sulut@jahoo.com,” ucap Lesar.(jenglen manolong)

























