Minsel – Petani kopra di Minahasa Selatan (Minsel) mulai sedikit lega. Harga komuditas ini belakangan mulai menunjukkan peningkatan. Sudah hampir seminggu ini, harga kopra meningkat hingga Rp 7 hingga 8 ribu per kilogram (Kg) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sudah lumayan itu, setidaknya lebih baik daripada harga kopra beberapa bulang sebelumnya, yang hanya dihargai ratusan rupiah per Kg,” ujar Yulian Umpel petani kopra Minsel, Senin (28/4).
Dia menambahkan, harga tersebut dipikir sudah cukup sebagai petani kopra, istilahnya tidak rugi, namun untuk sudah lumayan pas, meski belum mencapai harga yang diharapkan oleh petani kopra. “Kami berharap, kalau bisa harga kopra bertahan terus seperti ini, supaya petani kopra juga tidak menderita, lantaran anjloknya harga kopra, seperti terjadi beberapa bulan lalu,” ujar dia.
Meningkatnya, harga kopra ini, disinyalir lantaran menurunnya produksi kopra di Filipina, yang notabene adalah penyedia kopra terbesar di Asia. “Mungkin lantaran di Filipina kopra turun, sebab hanya di sana kan yang terbesar untuk produksi kopra, selain Indonesia,” jelasnya.
Dengan naiknya harga kopra seperti ini, ada kemungkinan warga yang memiliki tanaman kelapa, membuka kembali peluang untuk mengolah kelapa mereka menjadi kopra.(jufan dissa)
























