Manado – Lima calon pejabat tinggi Madya Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara, Senin (05/09) mengikuti tes wawancara di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur.
Dalam tes tersebut, kelima calon Sekprov menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Di hadapan anggota Pansel, Kaban Keuangan Olvi Atteng membeber keinginannya untuk menerapkan E Goverment di lingkup Pemprov Sulut.
“Judul makalah saya adalah APBD penjabarannya ya E Goverment tersebut,” kata dia.
Menurut Atteng, dengan E Goverment, pelayanan akan lebih cepat.
Selain itu, E Goverment bisa mewujudkan aparatur negara bebas korupsi.
“Kalau dulunya bisa disogok kini tidak lagi karena semua sudah tersistem,” kata dia.
Dalam sesi tanya jawab, Atteng tak ragu mengkritik pusat dalam wawancara tersebut.
Ia mengkritik tidak sinkronnya kementerian Keuangan dan Mendagri.
Kadisperindag Sulut Jenny Karouw tampil dengan konsepnya yakni reformasi birokrasi.
Jika menjadi Sekprov, Karouw mengatakan bakal mereformasi birokrasi di lingkup Pemprov Sulut.
“Reformasi birokrasi adalah yang utama,” kata dia.
Roy Mewoh yakin konsepnya tentang manejemen dapat mendukung program ODSK.
Sedang, calon kuat Edwin Silangen memunculkan konsep pariwisata.”Sekarang kan pak Gub sedang fokus pada pariwisata, nah bagaimana saya sebagai Sekprov bisa menerjemahkan konsep tersebut,” ujar dia.

























