Minahasa – Kalah di set pertama dengan poin 18-25, tidak membuat JWS Tectona Kelompok Umur (KU) 2001 patah arang. Perlahan tapi pasti, anak-anak dibawah asuhan Club Tectona Bandung ini berhasil membalikkan keadaan dan berganti unggul pada set kedua dengan poin 15-26.
Begitu juga di set ketiga, bermaterikan pemain yang rata-rata berusia dibawah 16 tahun ini, JWS Tectona KU 2001, kembali unggul dengan poin 22-25. Diset keempat, yakni set penentuan, JWS Tectona akhirnya memenangkan pertarungan dengan mudah dengan poin 25-15, sehingga skor akhir 3-1, untuk keunggulan JWS Tectona KU 2001.
Sementara itu, prestasi yang sama juga turut diraih JWS Tectona KU 1997, dimana pada hari yang sama yakni Minggu (22/1/2017), mereka dengan mudah bisa mengalahkan Club Kencana Jaya dengan skor akhir 3-0 ( 25-14, 25-21, 25-18)
Pertandingan Final Bola Voli JWS Cup 2017 ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kota Bandung, Jawa Barat di GOR Persada Kota Bandung. Ketua Harian Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sulut Jantje Wowiling Sajow (JWS) mengatakan, kejuaraan ini sengaja dilakukan di Kota Bandung dikarenakan bagian dari kesepakatan yang telah ditanda-tangani bersama (MOU) antara pihaknya dengan Club Tectona Bandung.
”Kerjasamanya meliputi bidang prestasi, dimana kita mengirim anak anak dari daerah dan mereka (Club Tectona,red) yang melatih, dan akhirnya kita tergabung menjadi satu club bola voli, yakni JWS Tectona, dimana pemain kita berjumlah enam dan mereka juga enam pemain,” ujarnya.
Kepedulian Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS) untuk menciptakan atlet Bola Voli handal dari Minahasa patut diacungi jempol. Dimana lewat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Minahasa, telah ditanda-tangani sebuah perjanjian kerjasama atau Memorandum Of Understanding (MOU) antara pihak Dispora dengan PB Tectona Bandung.
Penandatanganan MOU tersebut dilaksanakan pada Hari Minggu (22/01) di GOR Persada, Kota Bandung, usai acara penutupan JWS Cup 2017, yang ditutup resmi oleh JWS. Kepala Dispora Kabupaten Minahasa Siby Sengke dan pemilik PB Tectona Bandung Wadadi Saliji melakukan penandatanganan MOU dengan disaksikan langsung oleh JWS.
Usai penandatanganan MOU, pemilik PB Tectona Bandung Wadadi Saliji mengatakan, kerjasama yang kini terjalin dengan Pemkab Minahasa, adalah bagian dari mimpinya yang ingin agar tidak terjadi lagi kesenjangan prestasi, antara atlet Jawa dan atlet diluar pulau Jawa.
“Cita-cita saya adalah membuat pemerataan prestasi antara atlet Jawa dan atlet dari luar Jawa,” tuturnya sembari mengatakan bahwa salah satu hal yang akan dilakukan setelah MOU ditanda-tangani adalah program pelatihan bersama antara atlet yang dimiliki PB Tectona dengan atlet dari Minahasa.
“Kita banyak memiliki atlet bola voli muda berprestasi, saya pikir ini bisa menjadi contoh dan motivasi bagi para atlet Minahasa sekaligus bisa saling sharing pengalaman dan tekhnik bermain bola voli sesuai standarisasi atlet voli,” ujarnya lagi.
Ketua PB Tectona Bandung Wadadi Saliji pernah menjadi pengurus PBVSI Pusat, mengharapkan kerjasama yang diprakarsai dirinya dan JWS ini, bisa dijadikan sampel atau contoh untuk daerah lainnya, dalam upaya membangun olahraga khususnya olahraga bola voli di daerahnya.
Dipilihnya PB Tectona oleh JWS untuk bekerjasama dengan Pemkab Minahasa bukan tanpa alasan. PB Tectona adalah salah satu club bola voli terkenal asal Kota Bandung yang paling banyak mencetak dan “menyumbang” atlet Junior Nasional terutama atlet Putri
Berbagai kejuaraan bola voli diantaranya pro liga selalu dimenangkan oleh PB Tectona. Disamping itu club yang berdiri pertama kali pada tahun 1988 ini merupakan salah satu club resmi yang oleh PBVSI Pusat rutin mendapatkan bantuan untuk pembinaan atlet bola voli.(fernando lumanauw)


























