KNPI Minahasa Merasa Dilecehkan

Minahasa – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Minahasa mengaku pihaknya merasa dilecehkan oknum asisten pribadi Bupati Minahasa.

Sekretaris KNPI Minahasa, Edwin Pratasik, kepada sejumlah wartawan, Senin (17/11) mengaku, maksud dirinya bersama rekannya bertemu dengan Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, untuk melakukan konsultasi terkait masalah kepemudaan di Minahasa dan masalah-masalah yang dihadapi belakangan ini seperti perkelahian antar pemuda dan antar kampung. Namun, pihaknya kecewa karena merasa dihalangi bertemu dengan Bupati.

Lanjut dikatakan Pratasik, KNPI sebagai wadah berkumpul generasi muda di Minahasa, pihaknya sebenarnya ingin berkonsultasi dan meminta perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terkait persoalan ini.

“Kami datang dengan itikad baik untuk berkonsultasi mengenai peranan pemuda dan mengenai persoalan-persoalan di Minahasa yang terkait dengan masalah genersasi muda. Namun, sangat disayangkan, ketika kami hendak berkonsultasi dengan Pak Bupati, kami dihalangi dengan alasan tidak memiliki tujuan yang jelas untuk bertemu dengan Bupati dan tidak dilayani dengan baik oleh oknum asisten pribadi Bupati,” ujar Pratasik didampingi Wakil Sekretaris, Marchel Wolajan.

Sementara, terkait hal ini, asisten pribadi Bupati Minahasa juga Kasubbag Pemberitaan Humas dan Protokol Pemkab Minahasa, Jonathan Kaunang SSTP ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak ada maksud menghalangi siapa saja yang ingin bertemu dengan Bupati. Hanya saja, maksud dan tujuan bertemu tersebut harus jelas.

“Kami tidak pernah menghalangi siapapun untuk bertemu dengan Bupati. Hanya saja hari itu Bupati memang sedang ada pembicaraan khusus dengan tamunya Kapolres Minahasa, sehingga kami juga belum mengijinkan siapapun masuk termasuk ada Sekda dan Asisten yang ingin bertemu waktu itu,” terang Kaunang.

Menurutnya, dirinya memang meminta agar setiap tamu memperjelas tujuannya bertemu dengan Bupati. Hal ini dimaksud untuk melihat apakah persoalan yang dihadapi harus bertemu dengan Bupati atau hanya dengan pejabat terkait.

“Kami melihat maksudnya dulu, bila bisa dicover langsung Sespri atau pejabat terkait maka akan kami arahkan, dan kalau harus masuk ke ruangan Bupati maka akan didampingi oleh pejabat terkait tersebut. Hanya saja maksud dari pengurus KNPI Minahasa ini memang tidak dicantumkan dalam kartu tamu maksud dan tujuan dengan jelas dan hanya mengatakan ingin konsultasi,” terang Kaunang pula, sembari meminta maaf bila ada perkataan yang salah dari stafnya terkait hal ini.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan