by

KPID Sulut Sosialisasikan Pronas Analog Switch Off Tahun 2022 di Minahasa

Minahasa – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar sosialisasi Program Nasional (Pronas) Analog Switch Off (ASO) atau Migrasi Sistem Siaran dari Analog ke Digital Tahun 2022 di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (28/05) siang.

Kegiatan yang menghadirkan para Camat se-Minahasa dan perutusan Hukum Tua (Kumtua) juga Lurah serta sejumlah Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) tersebut, dihadiri Komisioner KPID Sulut Merlyn Watulangkow, Korbid Kelembagaan Pengasihan Amisan,dan Komisioner Meylani Rauw. dan tampil sebagai moderator Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Minahasa Agustifo J E Tumundo SE MSi.

Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir Wenny Talumewo MSi menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kerja sama KPID Sulut dengan Pemkab Minahasa dalam mensosialisasikan Program ASO ini.

“Saat ini penikmat media digital sudah lebih banyak dari pada media cetak. Dengan disrupsi teknologi, industri media penyiaran mau tidak mau harus bertransformasi dan terus beradaptasi dengan pesatnya kemajuan teknologi digital,” jelasnya.

Lanjut dalam dalam sambutan itu terang Talumewo, Keuntungan digitalisasi yang dapat membuat cekupan informasi, Harus diimbangi dengan proses penyiaran yang semakin ringkas dan efisien dan jelas untuk dilihat, namun tetap memegang prinsip informasi yang aktual, faktual dan akuntabel.

“Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas penyiaran TV agar pemirsa dirumah mendapatkan gambar yang jenih dan suara yang berkualitas. Siaran TV Digital menggunahkan modulasi signal digital dan sistem kompresi akan menghadirkan kualitas gambar yang lebih bersih suara yang lebih jernih dan cangih teknologinya untuk masyarakat indonesia,” terangnya.

Ditekankannya pula penyiaran dalam bentuk media TV sangat penting, karena keberhasilan dan kebenaran liputan dan berita yang diberitakan untuk publik tergantung pada kualitas media penyiaran itu sendiri.

“Seiring waktu berkembang kita sudah semakin diberikan kemudahan untuk menjelajah diera digitalisasi ini, perlu terus diberikan kesempatan dan ruang untuk kita menikmati perkembangan teknologi ini lewat media penyiaran TV Digital,” tukasnya sembari berharap sosialisasi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan ketrampilan digital dalam mendukung program nasional untuk beralih ke di TV Digital di Indonesia.

“Untuk itu, saya atasnama Bupati Dr Ir Royke Octavian Roring MSi dan Wakil Bupati Dr Robby Dondolambey SSi MM, memberikan apresiasi kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Sulawesi Utara yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk menggelar kegiatan yang penting ini. Semoga dengan adanya kegiatan, kita bisa meningkatkan Nilai-nilai yang positif dalam berdigitalisasi di era moderen saat ini,” pungkas Talumewo.

Terpisah, Korbid Kelembagaan Pengasihan Amisan menjelaskan kepastian pemberhentian siaran analog bakal berlaku pada 30 april mendatang.

“Memang tinggal beberapa hari lagi siaran layanan Analog akan dihentikan atau bergeser ke siaran digital, kita berharap dukungan pemerintah daerah,” ungkap Pengasihan.

Diapun mendorong agar Pemerintah Daerah akan membatu warga dalam mensosialisasikan program teraebut.

“Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah di lima kabupaten/kota (Minahasa, Tomohon, Bitung, Minahasa Utara dan Manado). Untuk mendorong masyarakat dan keluargannya, agar jangan sampai ada kepanikan ketika nanti mereka mengakses siaran analog sudah tidak ada lagi. upaya-upaya ini akan membuat masyarakat paham sehingga masyarakat tidak kaget ketika siaran analog sudah beralih ke siaran digital,” tandasnya.

Sementara, Anggota Komisi 1 DPRD Sulut, Nofita Rewah SPd, yang hadir sebagai narasumber mengatakan, sebagai mitra dari KPID tentunya mendukung dan mensupport kegiatan ini agar berjalan dengan baik.

“Kami berharap peserta yang hadir dalam kegiatan ini, bisa mensosialisasikan kepada masyarakat, sehingga mereka tidak kaget ketika nanti siaran analog sudah beralih ke siaran digital,” pesan Rewah.

Hadir juga sebagai narasumber, Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Sulut, Dra Vonny Jane Paat, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Sulut, Herol Vresly Kaawoan.(fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed