
Informasi sementara dari Since Maukar (70), nenek korban, tak lain merupakan kakak dari neneknya tersangka menuturkan, kejadian itu berawal saat korban berada dirumah orang tuanya karena ada kegiatan arisan rukun.
Tiba-tiba, karena rumah orang tua korban berada di dataran tinggi, terdengar suara tersangka bakuku (berteriak-red) dari arah bawah sekitar Puskesmas Papakelan. Korban kemudian hendak mencari siapa yang berteriak tersebut, karena dihalangi nenek korban, korban kemudian keluar rumah beralasan hendak mencari anak sulungnya yang belum pulang.
“Rupanya tersangka dengan beberapa rekannya sudah menunggu korban di bawah di kompleks Puskesmas. Saat korban turun ke bawah, disitulah korban kemudian dianiaya pelaku dengan barang tajam. Bahkan, barang tajam itu sempat diperlihatkan kepada kami,” tutur nenek korban.
Keterangan nenek korban ini sejurus dengan keterangan salah satu saksi di lokasi kejadian yang masih dirahasiakan identitasnya untuk keperluan penyelidikan.
Terpisah, dengan isak tangis, istri korban Meiny Rumbay (31) menuturkan bila tersangka sempat juga mendatangi dirinya usai menghabisi nyawa korban.
“Dia (Tersangka, red) sempat mendatangi saya dan mengatakan bila suami saya sudah ditikamnya. Mendengar hal itu, saya langsung minta pertolongan teman-teman suami saya. Kasihan, salah apa suami saya, padahal dia baru pulang bekerja dari Desa Lumpias Kabupaten Minut tadi siang (Minggu, red),” ujarnya, didampingi kedua putranya.
Sementara, dari hasil visum luar di RSUD Sam Ratulangi Tondano, korban mengalami 11 luka tusuk di bagian perut, dada dan tangan.
Kapolres Minahasa, AKBP Ronald Rumondor SIK MSi, melalui Kepala Satuan Reskrim, AKP Raden Riki Prabowo SIK, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Benar ada kejadian tersebut, kami masih mengembangkan kasus ini karena menurut informasi ada lebih dari satu orang yang merupakan adik dan teman tersangka di lokasi kejadian. Kami masih akan mendalami sejauh mana peran beberapa temannya itu. Namun tersangka utama dan dua adiknya serta satu temannya ini sudah diamankan bersama barang bukti sebilah badik dengan ukuran panjang mencapai 50 cm,” terang Prabowo, sembari menambahkan bila korban masih akan diotopsi di RSUD Kandou Malalayang.(fernando lumanauw)




















