Minahasa – Pengembang CV Triana Mawangko Jaya, menghadirkan Pasar Modern, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, di Desa Tounelet Satu Kecamatan Sonder, yang akan dikemas secara profesional dengam konsep hidroponik dan produk segar.
Jantje Johanis Mandagi, yang adalah pemilik perusahaan pengembang CV Triana Mawangko Jaya, ketika diwawancarai Cybersulutnews.co.id mengatakan, Pasar Modern ini akan dikemas dengan melibatkan langsung masyarakat yang ingin berusaha dan maju.
Sebab menurutnya, sekarang ini manusia sedang berada didaerah terbuka dengan teknologi, dimana pemasaran dapat dilakukan di media dan secara online, yang tentunya sangat memudahkan.
Menurutnya lagi, Pasar Modern Sonder ini nantinya akan dikemas secara modern dan profesional, mulai dari penanganan sampah, sampai alur keluar masuk dengan konsep hidroponik, disamping memanfaatkan pembudidayaan langsung.
Dalam pengelolaan Pasar Modern kedepan, kata dia, pihaknya terbuka untuk umum dan bukan hanya semata-mata untuk orang Sonder saja. Tapi pada dasarnya kenapa kami bangun di Sonder, karena ini menyangkut jati diri sebagai putra daerah, dimana Sonder juga bisa menjadi barometer ekonomi dan tolok ukur,” tukasnya.
“Kalau di lain ada pasar extrim, di Sonder menerapkan konsep hidroponik didalamnya. Kemudian kita menyediakan pasar segar. Orang mau cari belut, ada belut segar. Mau cari kodok juga kita bisa sediakan kodok yang masih segar, atau yang semacamnya yang semuanya masih segar-segar,” terang Mandagi.
Mandagi menyebut bila pihaknya akan memanfaatkan dengan melatih masyarakat soal budidaya perikanan dan peternakan untuk hasilkan komoditi andalan di Pasar Modern, agar juga berdampak pada ekonomi masyarakat.
“Kami latih masyarakat dalam membudidayakan. Kami bangun kemitraan dengan masyarakat lokal dalam mewujudkan itu. Jadi kalau ada konsumen ingin mencari yang segar, kami sediakan. Bukan hanya di pasar segar saja ada, kami bahkan akan menyediakan yang lebih segar.
“Jadi, kami tidak hanya sekedar mengambil keuntungan atau provit, tapi kami memberdayakan masyarakat agar tercipta lapangan pekerjaan agar masyarakat bisa mandiri. Kami menyediakan tempat untuk berusaha bukan sekedar untung secara pribadi, tapi kami juga mau masyarakat termotivasi untuk berusaha,” kata dia.
Disisi lain, dia berharap dengan munculnya Pasar Modern di Sonder nantinya, akan menggairahkan investor lain untuk mengbangkan usaha di seputaran Pasar Modern, dengan membangun tempat-tempat usaha baru.
“Dengan demikian, ini juga bisa membuat Pemkab Minahasa dengan sendirinya akan melihat, fasilitas apa yang bisa dibangun untuk mendukung usaha ini, seperti infrastruktur jalan dan fasilitas umum lainnya,”
Pasar Modern ini sendiri akan berdiri di lahan seluas 6.500 meter persegi, dimana 50 persen nya akan digunakan sebagai area parkir. Kemudian ada tersedia 33 kios berbentuk toko dan 288 lapak, dengan total nilai investasi mencapai Rp 3,8 Miliar.(fernando lumanauw)




















