Pembangunan Jalan Lingkar Utara Pulau Siau Sedot Rp130 M

Ondong – Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), saat ini sementara mengenjot pembangunan sarana infrastruktur publik jalan lingkar utara pulau Siau.

Tak tanggung-tanggung anggaran sekira Rp130 miliar digelontorkan oleh pemerintah untuk mewujudkan impian warga di utara pulau Siau tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Sitaro Bob Wuaten, mengatakan, anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan jalan hotmix dengan panjang sekira 36 kilometer (km) serta pembangunan 7 jembatan yang akan dibangun secara bertahap.

“Dari target 36 km, sudah terbangun jalan sekitar 12 km. Jadi sisanya tinggal 14 km,” kata dia, di Ondong kemarin.

Lanjut Wuaten, untuk tahun ini pengerjaannya sudah memasuki tahap II.

Adapun pihaknya berhasil menenderkan paket jalan lingkar utara pulau Siau segmen Kampung Deahe-Nameng. Dengan berhasilnya paket ditenderkan, dipastikan pengerjaan akan segera dilaksanakan.

“Saat ini rekanan sudah ada. Karena itu, pengerjaan jalan lingkar utara Pulau Siau kembali akan dilanjutkan,” ucapnya.

Bob menyebutkan, pengerjaan lanjutan jalan lingkar utara Pulau Siau tahap II ini, menyedot anggaran sekira Rp25 miliar.

“Pagunya sama dengan tahap I kemarin yaitu Rp25 miliar. Jadi sejauh ini pengerjaan jalan lingkar utara menyedot anggaran Rp50 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu, adanya lanjutan pengerjaan jalan lingkar utara mendapat apresiasi positif warga.

Menurut Simon Balaati, menuturkan, warga yang ada di utara pulau Siau sangat merindukan adanya pembangunan jalan. Sebab, sejauh ini kendaraan roda empat hanya bisa menjangkau kampung Deahe.

“Saat ini dari kampung Deahe ke Nameng hanya bisa dijangkau oleh kendaraan roda dua. Itupun melalui jalan setapak yang di satu sisinya adalah jurang terjal.

Sementara itu jalur transportasi laut tidak setiap hari ada. Karena itu kami sangat mengapresiasi pembangunan jalan lingkar utara,” papar dia.

Sebelumnya, Bupati Sitaro Toni Supit, mengungkapkan, ia memiliki kerinduan jalan lingkar utara secepatnya dituntaskan.

“Sebelum tahun 2018 akhir periode pemerintahan, saya memiliki kerinduan bisa menghadirkan sarana prasarana transportasi yang memadai bagi warga,” ucap bupati, di Ondong belum lama ini.

Menurut Supit, sektor transportasi merupakan urat nadi pembangunan dalam menyejahterakan warga bumi Karengetang Mandolokang Kolo-kolo.

“Yang diutamakan adalah jalan dan jembatan. Ini sangat mendasar, sebab sektor pembangunan lainnya tergantung dari tranportasi,” ucapnya lagi.

Supit menyebutkan, sarana transportasi jalan yang harus dituntaskan pembangunannya adalah jalan lingkar utara Siau. Sebab jalan lingkar Makalehi, jalan lingkar Tagulandang dan jalan lingkar Biaro sudah rampung dikerjakan.

Pembangunan jalan ini, dalam rangka memudahkan masyarakat untuk mengakses pendistribusian hasil panen petani.

“Warga kita sebagian besar berprofesi sebagai petani. Dengan dibangunnya jalan tersebut, bisa membantu masyarakat Sitaro lebih mudah mengangkut hasil bumi dari kampungnya ke pusat kota dan pelabuhan,” pungkas bupati.(jackmar tamahari)

Tinggalkan Balasan