Pemdes Bukit Tinggi Gelar Rembug Stunting, Ini Yang Dibahas

Minahasa – Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Tinggi Kecamatan Kakas Barat, menggelar Rembug Stunting, bertempat di Kantor Desa, Rabu (16/09) pagi.

Hukum Tua Bukit Tinggi, Steivy Mexdy Michael Kawilarang, melalui Sekretaris Desa, Steffol Keloay mengatakan, rembug stunting bagian dari upaya Pemerintah Desa dalam memperkuat pencegahan dan penanganan stunting serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak di Desa Bukit Tinggi.

“Dalam Rembug Stunting ini, Pemdes bersama pihak terkait membahas berbagai langkah strategis dalam upaya menekan risiko stunting di tingkat desa. Pembahasan diarahkan pada kondisi kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi,” ujarnya.

Forum ini juga, menurutnya, menjadi wadah untuk mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan pemenuhan gizi dan kesehatan anak, sekaligus menyusun langkah penanganan yang dapat dilakukan secara terpadu melalui program dan kegiatan desa.

“Pemdes Bukit Tinggi mendorong adanya sinergi antara pemerintah desa, kader kesehatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pemdes Bukit Tinggi juga menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Upaya pencegahan stunting dinilai perlu dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, pola asuh yang baik, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Hasil pembahasan dalam Rembug Stunting ini akan menjadi bahan dalam menentukan program dan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Desa Bukit Tinggi,” pungkasnya.

Sementara, Camat Kakas Barat Jeanne A Sumendap SP MAP, melalui Kepala Seksi PMD Chensen Sembel mengatakan, kiranya apa yang diusulkan dari para kader akan bermanfaat bagi pencegahan dan penanganan stunting di Desa Bukit Tinggi.

“Kegiatan ini sangat penting dalam kita merumuskan tindakan pencegahan dan penanganan stunting. Untuk, apa yang menjadi usulan akan menjadi arah penanganan kedepan,” ujarnya.

Turut hadir, Pendamping Desa Osber Sembel dan Chrisna Montolalu sebagai narasumber, Plt Ketua BPD Maxi Pagayou, Bendahara Desa Jenly Suawa, Perangkat Desa, PKK, Kader Kesehatan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pendidikan.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan

News Feed