Persoalan Danau Tondano Belum Tuntas, ROR Gelar Rakor Dengan Instansi Terkait

Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mengakui bila persoalan di Danau Tondano hingga saat belum juga tuntas sepenuhnya.

Hal ini diungkap langsung Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi, dalam rapat koordinasi “Pengelolaan Danau Tondano”, di aula Benteng Moraya Tondano, yang dihadiri langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara Ir Marly Gumalag MSi dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Ir Bastari MEng, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Minahasa Ir Wenny Talumewo MSi dan jajaran pejabat Pemkab Minahasa dari Instansi teknis terkait.

“Rakor ini diadakan karena hal ini merupakan suatu keseriusan pemerintah dalam penanganan pengelolaan Danau Tondano dan juga untuk melestarikan Danau Tondano lewat program Lumeos in Lour Tondano, dengan mengingat bahwa permasalahan Danau Tondano dan permasalahan air minum ini belum juga tuntas,” kata ROR.

Menurut Bupati, pemerintah telah mengusahakan berbagai upaya dalam pelestarian Danau Tondano, salah satunya upaya koordinasi dengan Pemerintah Pusat mengenai betapa pentingnya pelestarian Danau Tondano mengingat bahwa Danau Tondano merupakan sumber irigasi, destinasi pariwisata, sumber perikanan, sumber energi, dan sumber air minum bagi masyarakat.

“Danau Tondano juga merupakan salah satu yang memberikan kontribusi apabila Manado banjir, jadi sangat disayangkan jika revitalisasi Danau Tondano ini dibiarkan,” tukasnya.

ROR juga menyampaikan bahwa, Pemkab Minahasa telah melakukan prioritas kegiatan pelestarian Danau Tondano, berupa percepatan pembangunan tanggul pengaman lanjutan sepanjang 14.291 meter dari rencana 18.255 meter, pembangunan sedimen trap di beberapa inlet Danau Tondano, pembangunan regulator gate di outlet Danau Tondano, penanganan eceng gondok, penataan kawasan lingkar danau dan juga peningkatan kapasitas jalan lingkar danau.

“Pemkab Minahasa juga telah menandatangani kesepakatan dengan Pemerintah Pusat bahwa, Danau Tondano merupakan salah satu dari 15 danau prioritas nasional untuk di revitalisasi dengan permasalahan DAS rusak dan danaunya rusak,” ujarnya.

“Kiranya dengan diadakannya rakor ini, kita semua bisa bekerjasama mengelola Danau Tondano di Minahasa. Dapat mewujudkan revitalisasi Danau Tondano dan dapat melestarikan danau Tondano lewat program Lumeos In Lour Tondano, dan semoga pelestarian Danau Tondano ini bisa dilaksanakan dengan melibatkan semua stakeholder yang ada di Provinsi Sulawesi Utara ini, dalam kerjasama yang baik dengan seluruh instansi terkait baik dari Pusat, Provinsi maupun Kabupaten,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan