Realisasi PAD RSUD Sam Ratulangi Tersendat, Tunggakan BPJS Cabang Tondano Capai Rp 10 Miliar

Minahasa – Hingga menjelang akhir Desember, atau akhir tahun anggaran 2019, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sam Ratulangi Tondano, baru mencapai 68 persen.

Salah satu kendala belum terealisasi 100 persen PAD di RSUD kebanggan masyarakat Minahasa ini dikarenakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tondano, menunggak Rp 10 Miliar lebih.

“Realisasi PAD kita baru sekitar 68 persen. BPJS masih menunggak, yang terbayar baru sampai bulan April, sedangkan Mei, Juni, Juli dan belum, ditambah nanti Aguatus dan November,” ujar Direktur Utama RSUD Sam Ratulangi Tondano dr Maryani Suronoto MBio Med, kepada Cybersulutnews.co.id, Senin (16/12) kemarin.

Terkait hal ini, pihak BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tondano ketika dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan, Diane Kaunang menjelaskan, alasan keterlambatan pelunasan tunggakan tersebut dikarenakan belum adanya ketersediaan dana.

“Alasan keterlambatannya adalah belum tersedianya dana jaminan sosial kesehatan untuk membayar klaim pelayanan kesehatan,” ujar Kaunang.

Dirinya mengatakan bila untuk klaim dari RSUD Sam Ratulangi Tondano yang sudah masuk dan selesai diverifikasi sampai minggu lalu adalah sampai klaim bulan pelayanan Juni 2019 dan yang sudah di bayarkan sampai klaim bulan April 2019.

“Jadi ada keterlambatan pembayaran klaim yang sudah masuk 2 bulan yaitu bulan pelayanan Mei dan Juni 2019. Barusan juga masuk klaim bulan pelayanan Juli 2019, dan itu masih sementara proses verifikasi. Sedangkan untuk klaim bulan pelayanan Agustus-November 2019, belum diajukan klaim ke BPJS Kesehatan,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan