Manado – Penjabat Gubernur Sulut, Soni Sumarsono mendukung upaya pendisiplinan Aparatur Negara Sipil di lingkungan Pemprov Sulut. Inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan BKD, Satpol PP dan Inspektorat Provinsi Sulut pekan lalu, merupakan langkah strategis demi meminimalisir ASN yang suka keluyuran saat jam kantor.
“Sidak tidak akan berhenti tetapi akan dilakukan terus-menerus demi mengeliminir ASN tak disiplin,” ujar Sumarsono kepada wartawan.
Menurutnya, revolusi mental harus diejahwantakan seluruh ASN.
“Ketika saya mengamati dan menjenguk kantor-kantor di beberapa SKPD ditemui banyak ASN tak profesional dalam bekerja. Saya temui ruang kerja yang masih berantakan, ASN yang masih ogah-ogahan bekerja karena atasan belum muncul dan banyak lagi. Ini sesungguhnya tak boleh terjadi dan harus dibenahi,” katanya.
Untuk itu Sumarsono mengingatkan pentingnya ASN menghargai waktu. Nongkrong di warung kopi saat jam kerja merupakan bagian dari korupsi. “ASN harus lebih produktif memanfaatkan waktu untuk bekerja.
Gerakan sulut berkarya antaranya adalah perhatikan waktu, tenaga dan energi untuk berkarya tidak ngopi-ngopi aja di jam kerja,” tegas Sumarsono sembari berharap atasan dari pegawai yang terkena sidak dengan tanpa alasan harus diberi tindakan konkrit dan laporkan ke saya secepatnya agar ada afek jera.
Sementara itu Kaban BKD Sulut, Femmy Suluh mengatakan, ASN yang terjaring dalam sidak tim pekan lalu bakal dikembalikan ke SKPD untuk melakukan penindakan sesuai kewenangan masing-masing secara berjenjang.
“Apakah teguran secara lisan atau teguran tertulis. Yang pasti ini mempengaruhi penilaian mereka (PNS-red) ke depan. Dan ini sekaligus menjadi warning bagi setiap PNS lingkup Pemprov Sulut agar pada saat jam kerja harus berada di kantor, jangan ngeluyuran di tempat tempat, nanti masyarakat akan memilai apa kepada PNS,” tegas mantan karo umum ini.

























