MENGHITUNG jam kita akan tiba ditanggal 23 September, dimana pada tahun 1964 lalu telah terbit UU Nomer 13 tahun 1964 yang menyatakan “lahirnya” propinsi baru yang diberi nama Sulawesi Utara atau Sulut (diwaktu lalu disingkat Sultara).
UU Nomer 13 tahun 1964 tidak lahir dengan tiba-tiba, ada upaya keras kolektif dari banyak pihak termasuk oleh alm. Frits Johanes Tumbelaka yang pada masa itu memegang 2 posisi politik sebelum UU tersebut lahir di 23 September 1964, yaitu sebagai Gubernur Sulawesi Utara – Tengah (Sulutteng) dan Ketua DPRD Sulutteng. Ketika UU Nomer 13 tahun 1964 itu telah lahir, Frits Johanes Tumbelaka dipercaya menjadi Gubernur Sulawesi Utara dan juga Ketua DPRD Sulawesi Utara
Dalam perjalanannya propinsi Sulawesi Utara dengan silih bergantinya Pemimpin, musti diakui banyak kemajuan digapai. Dan itu sesuai asa besar banyak pihak.
Kemajuan juga dirasakan dimasa seorang Olly Dondokambey menjadi “orang nomer 1” di Sulawesi Utara.
Tidak sedikit perubahan dalam arti positif diraih.
Dan itu tidak bisa dipungkiri. Walaupun tentunya masih ada kekurangan – kekurangan, namun tetap saja pencapaian selama 1 dekade musti diakui dan diapresiasi karena suatu pencapaian yang tidak mudah ditengah “naik – turunnya” masalah sosial, ekonomi dan politik.
Ada tradisi tidak resmi dimana tiap kali Hari Ulang Tahun, kita dihadapkan 2 momentun, yaitu bersyukur atas pencapaian yang digapai dan merenung sebagai bentuk evaluasi terhadap kealpaan atau raihan yang tertunda.
Untuk itu izinkan sebagai bagian dari Keluarga Frits Johanes Tumbelaka yang merupakan Gubernur terakhir Sulawesi Utara – Tengah yang pada masa itu juga merangka Ketua DPRD terakhir Sulawesi Utara Tengah, serta Gubernur Pertama Sulawesi Utara merangkap Ketua Pertama DPRD Sulawesi Utara memberikan beberapa “catatan kecil” untuk Saudara Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.
1. “Kabinet Dream Team
Istilah dream team untuk adanya jajaran pejabat yang dianggap mumpuni telah saya lontarkan sejak beberapa tahun lalu. Istilah dream team diambil dari ketika tim basket putera Amerika Serikat menghadirkan para talenta terbaiknya di Olimpiade (musim panas) Barcelona pada tahun 1992.
Saat itu Pelatih Kepala Chuck Daly memilih sejumlah talenta terbaik yang kemudian menjadi legenda dunia bola basket, mereka adalah Michael Jordan, Magic Johnson, Charles Barkley, Scottie Pippen, Pattrick Ewing, Karl Malone, Larry Bird, John Stockton dan lainnya.
Sejarah mencatat, Tim ini berhasil menaklukan semua pertandingan yang penuh tantangan dengan baik. Dalam upaya membentuk tim ini tidak terlepas dari sosok Sang Pelatih Kepala, Chuck Daly.
Upaya kerasnya berbuah capaian indah bagi banyak orang dan para legenda itu masuk dalam Hall of Fame. Dan dijuluki tim olah raga terhebat yang pernah ada. Dan Dream Team disematkan kepada mereka.
Membentuk “Kabinet” Dream Team memang sangat tidak mudah. Namun jika mengambil inspirasi dari Chuck Daly, Michael Jordan, Magic Johnson dan kawan-kawan, pasti bisa.
Dalam perjalanan sampai hampir 1dekade terakhir, sebagai yang menimba ilmu pemerintahan di UGM Yogyakarta, melihat seakan harapan, ‘jauh panggang dari api’. Tidak pernah muncul, tidak pernah terlihat, tidak pernah tersaji mimli hadirnya Dream Team dalam Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara
Dengan seiring waktu, “Kabinet” di Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara semakin melemah. Beberapa penempatan oknum Pejabat jelas tidak dalam pilihan terbaik.
Bukan cuma satu atau dua orang. Lebih dari itu.
Bukan cuma di level eselon II, tapi juga dibawahnya.
Akibatnya jelas, sebagai satu kesatuan organisasi tentunya hal ini menimbulkan efek domino negatif.
Dengan muara kinerja tidak maksimal.
Analogi sederhana, jika dalam satu tim bola basket diturunkan 5 orang sebagai “starter” dan ada satu orang lemah, menimbulkan kesulitan 4 orang lainnya karena kerja sama tim tidak bisa sesuai harapan.
Dan itu harus diganti dengan pemain lain yang dianggap cocok, yang sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi.
Dalam rentang menghitung bulan sebelum masa pengabdian sebagai Gubernur Sulawesi Utara dituntaskan, masih bisa mengambil langkah stategis dan taktis.
2. OPD Terburuk
Saya mengambil istilah terburuk dari kebiasaan almh. Ibunda, NZ Tumbelaka Ticoalu, BA. Diwaktu lampau jika sedang berdua dengan serius tentang ‘Kinerja Pemerintahan’ dan almh. Ibunda kecewa, sellalu terlontar istilah, buruk.
Pasca berpulang almh. Ibunda, saya berupaya mengambil waktu memantau beberapa OPD baik itu Dinas, Badan, Biro di Pemerintah Propinsj Sulawesi Utara.
Dari sekian OPD yang dipantau, ada satu OPD yang letak kantornya tidak jauh dari Kantor Gubernur Sulawesi Utara. OPD itu adalah Dinas Kesehatan.
Dinas ini menjadi salah satu yang dipantau khusus, hasilnya mengejutkan. Menjadi terburuk setidaknya dalam 2,5 tahun terakhir.
Diawali saat almh. Ibunda sakit, ada SK Gubernur Sulawesi Utara Nomer 196 tahun 2022, SK yang bernuansa menghormati para pendahulu dengan landasan semangat kepedulian dan kemanusiaan.
Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara sebagai salah satu OPD terkait tidak melakukan langkah-langkah yang jelas. Bahkan bahkan dapat dikatakan lebih 3 bulan terakhir sebelum menghembuskan nafas terakhir, almh. Ibunda, NZ Tumbelaka Ticoalu, BA selaku isteri mantan Gubernur Sulawesi Utara, Frits Johanes Tumbelaka, dapat dikatakan jauh dari pelayanan yang layak dari Dinas Kesehatan Propinsi Sulut. Tidak sesuai dengan SK tersebut diatas.
Ketika sejumlah pejabat eselon II Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara datang untuk melihat langsung kondisi, tidak ada pejabat setara dari Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara yang pernah datang. Berbeda dengan sejimlah pejabat lain, bukan cuma satu kali datang, lebih satu kali.
Dan harus disebut Kepala Dinas Sosial Propinsi Sulawesi Utara, dr. Rinny Tamuntuan datang sekitar 5 kali dirumah dan sekitar 3 kali datang melihat langsung saat di IGD RSUD Maria Walanda Maramis, Minahasa Utara.
Pasca berpulangnya almh. Ibunda, NZ Tumbelaka Ticoalu, BA, saya pantau khusus Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara. Sejumlah temuan dan info-info dugaan keanehan didapat.
Mulai dari tidak jelasnya penempatan sejumlah pejabat, bahkan terkesan asal-asalan sampai usulan THL dan Tenaga Kontrak tidak sesuai. Perilaku sejumlah oknum Pejabat, ASN, THL – Tenaga Kontrak yang tidak pantas sampai asal terlaksananya sejumlah program kerja san kegiatan yang menunjukan lemahnya dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, termasuk sangat lemahnya pengawasan.
Hal lain yang ditemukan adalah pola pikir, pola tindak, perilaku sejumlah oknum yang memiliki posisi atau jabatan. Bahkan terinformasi saat saya sedang sangat fokus merawat almh. Ibunda sedang sakit, ada dugaan oknum pejabat memfitnah saya.
Sejumlah kesemrawutan dalam Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara bisa dijabarkan dalam surat terbuka ini, akan berbuah gaduh sosial bahkan politik.
Dan itu bukan tujuan utama dari penyampaian surat terbuka ini.
Namun jika Saudara Gubernur Sulawesi Utara, baik secara langsung atau melalui perwakilan ingin mendengar lebih jauh sebagai upaya pembenahan, saya siap membeberkan semua temuan yang masuk kategori sangat memalukan.
Secara ekstrim, OPD Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara layak dibubarkan. Kalaupun akan dibenahi harus dengan sangat sungguh-sungguh. Termasuk dipikirkan, apakah perlu bahkan wajib Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang dan jabatan setara lainnya dipegang oleh seorang yang berlatar belakang disiplin ilmu Kesehatan ?
Kalau jabatan untuk setingkat Kepala Seksi mungkin sulit diperdebatkan tentang wajib atau tidak.
Lebih 40 tahun yang lalu, Frits Johanes Tumbelaka, mantan Gubernur Sulawesi Utara Tengah dan mantan Gubernur Sulawesi Utara yang nota bene anak dari seorang dokter (dr. JF Tumbelaka) lulusan STOVIA tahun 1912 menyatakan, apakah Kepala Rumah Sakit harus dipegang seorang dokter ?
Hal ini bisa dilihat dari sisi Organisasi & Manajemen (O&M), Leadership Dalam Pemerintahan, Kebijakan Publik
Harapan Kepada Sang Pemimpin
Saat HUT Sulawesi Utara selalu ada bagian dalam rangkaian acara di Upacara dan Rapat Paripurna Istimewa yaitu, “Lintasan Sejarah”. Mungkin in bisa menjadi salah satu rangkaian yang perlu dicermati khususnya oleh para Pejabat dikarenakan dalam “Lintasan Sejarah” ada semangat kejuangan dimana guna mencapai tahapan dalam torehansejarah dibaliknya ada upaya keras dan sungguh-sungguh yang dilandasi doa.
Disisi lain, jelang masa pengabdian berakhir, kiranya Saudara Gubernur Sulawesi Utara bisa membenahi yang telah terlewatkan dan yang terlupa dimana itu merupakan ‘Pekerjaan Rumah” atau PR.
Sekian ungkapan ini yang disampaikan dalam rangka Hari Ulang Tahun Sulawesi Utara pada 23 September 2024.
Atas perhatiannya dihaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Salam Kasih,
Taufik Manuel Tumbelaka
Sang Ragil dari
*alm.FJ Tumbelaka
(Putera bungsu dari dokter JF Tumbelaka – Helena Sinyal)
*almh. NZ Ticoalu
(Puteri tunggal dari Paul Ticoalu – Yustina Rotinsulu)
*Suwaan, Kalawat. Minahasa Utara


























