Minahasa – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa membangun monumen Benteng Moraya (BM) dan areal kuliner disekitarnya mendapat apresiasi dari masyarakat Minahasa.
Namun hasil akhir dari seluruh pekerjaan fisik di areal monumen BM ini masih membingkan masyarakat. Pasalnya, proyek multi years milik Pemkab Minahasa melalui Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Minahasa yang telah menelan anggaran mencapai mencapai Rp 15 Miliar hingga tahun 2015 ini tidak ada ‘Master Plan’.
“Untuk menunjang sektor pariwisata di Minahasa, pembangunan monumen BM tentu sangat diapresiasi karena itu juga menjadi ikon pariwisata Minahasa dan identitas orang Tondano. Hanya saja, hasil akhir akan jadi seperti apa pembangunan di areal ini kita tidak tau karena tidak ada Master Plan-nya,” tukas Rendy Nender, warga Tondano.
“Master Plan ini juga akan membantu agar pekerjaan terlaksana secara sistematis tanpa ada perubahan-perubahan pada item pekerjaan, artinya sesuatu yang sudah dikerjakan sebelumnya tidak dibongkar-bongkar lagi karena misalnya ingin perubahan bentuk, nanti kan mubasir pekerjaan yang lama,” ujarnya lagi.
Menanggapi hal ini, Kepala Disparbud Minahasa, Debby Bukara SE MSi, ketika ditemui Cybersulutnews.co.id, Senin (09/03) mengatakan, hingga kini ‘Master Plan’ monumen BM memang belum ada, sehingga dirinya telah meminta bagian teknis di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa agar membuatnya.
“Master Plan memang sangat penting harus ada, karena hasil akhir atau rampungnya semua pekerjaan akan terlihat disitu, sehingga kami sudah meminta tim teknis Dinas PU agar segera membuatnya,” ungkap Bukara.
Selain itu dikatakan Bukara, dengan adanya Master Plan atau bentuk tiga dimensi dari monumen BM ini juga bisa menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat juga wisatawan baik lokal maupun manca negara.
“Master Plan ini juga nantinya bisa dibuat baliho untuk sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan. Bisa diletakkan dititik-titik strategis termasuk di lokasi bandara, agar ketika masyarakat melihat mereka akan bahwa di Minahasa ada bangunan monumen BM dan areal kuliner daerahnya,” kata Bukara, sembari berharap Master Plan ini bisa segera selesai dibuat.(fernando lumanauw)


























