Minahasa – Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS, mendengarkan pemaparan dan menerima laporan soal Advokasi Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, bertempat di ruang sidang Kantor Bupati, Tondano, Senin (14/07) pagi.
Advokasi VKN PKN Tingkat II yang bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Utara dan LAN RI ini sendiri, adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengadvokasi, atau memperjuangkan, hasil-hasil kunjungan dalam PKN Tingkat II, melibatkan presentasi dan penyebaran rekomendasi yang dihasilkan dari visitasi, serta berbagi pengalaman dan pembelajaran yang didapatkan selama kunjungan.
Tujuan dari VKN PKN II ini sendiri, untuk meningkatkan daya saing dan memberikan dampak positif pada organisasi atau wilayah yang menjadi lokasi visitasi.
Wabup Vasung saat membacakan sambutan tertulis Bupati Minahasa Robby Dondokambey SSi MAP, pertama-tama menyampaikan apresiasi kepada BPSDM Sulut dan seluruh peserta PKN II angkatan VIII, yang telah memilih Kabupaten Minahasa sebagai lokus pelaksanaan kegiatan VKN, secara khusus di Dinas Pertanian dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Minahasa.
“Ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi wujud nyata dari kolaborasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif dan berbasis perubahan,” ujar Vasung.
“Saya yakin, para peserta sudah melakukan serangkaian kajian mendalam, observasi, serta analisis yang komprehensif atas berbagai dinamika dan tantangan pelayanan publik di Minahasa, khususnya pada dinas yang menjadi lokus. Tentunya, kami sangat menantikan inovasi yang luar biasa sebagaimana laporan hasil VKN yang mengandung ide-ide segar, saran strategis, dan potensi proyek perubahan yang dapat mempercepat transformasi birokrasi di daerah ini,” imbuhnya.
Wabup Vasung kemudian berharap, proyek tersebut tidak hanya berhenti sebagai dokumen kelulusan semata, tetapi menjadi inovasi berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami juga berharap bahwa, proyek perubahan yang dirancang bisa dijadikan pilot projek yang dapat direplikasi di Minahasa, terutama dalam mendorong terwujudnya pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel menuju good governance dan smart city yang menjadi cita-cita bersama,” tukasnya.
Menurutnya, Kabupaten Minahasa saat ini terus mendorong reformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan, integrasi sistem informasi, peningkatan kapasitas aparatur, dan penguatan budaya kerja berorientasi pelayanan.
“Kami percaya bahwa melalui semangat para peserta PKN II, sinergi lintas kelembagaan dan penguatan jejaring kerja antara pusat dan daerah, transformasi pemerintahan yang inovatif, bukanlah sekedar harapan, tetapi kenyataan yang bisa kita capai bersama,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, mewakili Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Utara, Perwakilan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Para Widyaiswara dan Mentor PKN Tingkat II, Para Peserta PKN Tingkat II Angkatan VIII, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Minahasa, beserta jajaran.(fernando lumanauw)





















