Manado – Tak berselang lama, Tim Manguni Polda Sulut besutan Kombes Pol Pitra Ratulangi, Sabtu (05/09/2015) siang, sekitar pukul 14.00 Wita, berhasil meringkus EDS alias Evan (17), pelaku pembunuhan Bryan Rondonuwu di Kampung Kanaan, Ranotana Weru, Lingkungan IX, Kecamatan Wanea.
Dari informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, pelaku yang merupakan salah satu pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kota Manado itu ditangkap Tim Manguni I yang dipimpin Iptu Fandy Bau di Asrama Saptamarga 3, Kelurahan Sario.
“Pelaku tak berkutik setelah Tim Manguni bersama anggota TNI setempat melakukan pengerebekan di rumahnya. Tanpa perlawanan pelaku kemudian digiring ke Mapolda Sulut, selanjutnya diteruskan ke Polresta Manado untuk menjalani proses penyelidikan lanjut,” terang Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi kepada wartawan.
Dilanjutkan Kombes Pol Pitra, selain pelaku, Tim Manguni juga berhasil menyita barang bukti pisau badik yang digunakan pelaku saat menikam korban.
“Usai menikam korban, pelaku diduga langsung membuang pisau yang digunakan. Barang bukti ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian. Penangkapan pelaku berkat informasi dari masyarakat setempat. Saat ini pelaku telah diserahkan ke Polresta Manado,” lanjut Pitra.
Dipolresta Manado, pelaku Evan yang diketahui sebagai anak anggota TNI mengaku, ia tega menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati melihat rekannya dihajar dan dikejar korban saat hendak pulang dari rumah duka yang berlokasi di Kampung Kanaan, Ranotana Weru, Lingkungan IX, Kecamatan Wanea.
“Di rumah duka saya dan teman saya Rizal Mamiri sedang mengkonsumsi minuman keras bersama korban dan rekan-rekan korban lainnya. Tiba-tiba, setelah kami pamitan pulang korban langsung memukul Rizal,” terang pelaku.
Usai memukul Rizal lanjut pelaku, mereka dikejar korban dan rekan-rekan korban. Tepat di persimpangan lorong, pelaku kemudian berhenti dan mencaput pisau badik yang ia bawa dari rumah kemudian menghantamkan ke dada kiri korban.
Seketika pun korban terjatuh dan kemudian dilarikan ke rumah sakit Pancaran Kasih untuk mendapatkan perawatan. Naas bagi korban, nyawanya tak tertolong lagi.
“Usai menikam korban saya langsung melarikan diri. Jadi saya tidak tahu kalau korban meninggal atau tidak. Saya baru tau saat ini kalau ternyata korbannya meninggal. Saya menikam korban lantaran mereka mengejar saya dan Rizal,” lanjut pelaku yang mengaku saat itu ia sidah dalam keadaan mabuk. (jenglen manolong)



















