Minahasa – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Selasa (04/07), menjadi Insperktur Upacara (Irup) dalam Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun 2017 di Kabupaten Minahasa, bertempat di Desa Ranolambot Kecamatan Kawangkoan Barat.
Bupati JWS saat berseragam TNI dan memegang tongkat komando, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada segenap pimpinan dan jajaran TNI yang yang kembali menggelar kegiatan TMMD tahun 2017 di Minahasa.
“Saya meyakini dalam kebersamaan dan kegotong-royongan yang terus kita kembangkan, maka tidak ada permasalahan yang terlalu sulit untuk di solusikan dan tidak ada tantangan maupun rintangan yang terlalu sulit untuk kita taklukan,” kata JWS.
Dikatakan JWS, TMMD adalah wujud komitmen dan dan bakti segenap prajurit TNI AD untuk membantu pemerintah dalam mengakselerasikan gerak pembangunan serta mensejahterakan masyarakat dengan semangat gotong royang dalam setiap pelaksanaanya dari tahun ke tahun, telah banyak memberi kontribusi bagi percepatan pembangunan kearah perubahan, khususnya di desa-desa termasuk daerah yang masih tertinggal, terisolasi termasuk wilayah wilayah perbatasan. Hal ini sejalan dengan salah satu point dalam nawacita Presiden Jokowi yaitu Membangun Indonesia dari Pinggiran.
“Kepada segenap masyarakat Minahasa sambutlah kehadiran para prajurit TNI dengan Santun dan ramah, sesuai dengan kepribadian Tou Minahasa yang senantiasa terbuka dan mudah berinteraksi aktif dalam mensukseskan setiap kegiatan selama pelaksanaan TMMD agar tujuan yang diharapkan yaitu intuk meningkatkan kesejahtetaan maayarakat serta memantapkan kesadaran masyarakat dalam berbangsa, bernegara, bela negara dan disiplin Nasional dapat teewujut,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, Forkompinda Minahasa, Bupati dan Walikota se-Sulut, Jajaran TNI/ Polri, Ketua TP PKK Minahasa DR Olga Sajow Singkoh, Sekda Minahasa Jeffry Robby Korengkeng SH MSi, Jajaran Pejababat Pemkab Minahasa, Camat Kawangkoan Barat Johny Tendean serta tamu dan undangan lainya.(fernando lumanauw)


























