Manado – Dalam rangka mensukseskan Pilkada Langsung 9 Desember 2015 di Sulawesi Utara, Penjabat Gubernur Soni Sumarsono menggagas terobosan baru yaitu pemberian Anugerah Demokrasi.
Kepala Biro Pemerintahan dan Humas, Jemmy Kumendong kepada wartawan, Selasa (03/10) menyebut, ide pemberian anugerah demokrasi ini lahir di Sonder, Minahasa. Persis tanggal 24 Oktober 2015 atau 32 hari setelah dilantik menjadi Penjabat Gubernur.
“Pemprov perlu memberikan penghargaan bagi desa yang partisipasi warganya tinggi dalam mensukseskan Pilkada, Demikian juga kelurahan, kecamatan hingga kabupaten dan kota,” kata Kumendong.
Menurut Kumendong, Anugerah Demokrasi tersebut akan diberikan bertingkat. Jumlahnya lima kategori. Kategori pertama Anugerah Demokrasi untuk Desa. Penghargaan ini untuk antar desa. Desa yang partisipasi warga pemilih tertinggi mendapatkan piagam dan insentif dari Pemprov Sulut.
Kategori kedua Anugerah Demokrasi untuk Kelurahan. Penghargaan ini untuk antar kelurahan, hadiahnya sama dari Pemprov Sulut. Selanjutnya, kategori Ketiga antar kecamatan, kategori Keempat antar kabupaten dan kategori Kelima antarkota.
“Bersama Pak Star Wowor, kami telah merumuskan model Anugerah Demokrasi itu. Semoga semua pihak terkait hingga desa dan kelurahan memberikan dukungan aktif,” harap Jemmy Kumendong.
Kumendong melanjutkan, perhitungan dan penetapan hasil Pilkada Serentak dari KPU Sulut akan menjadi sumber utama bagi tim pemprov menentukan desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota yang berhak memperoleh Anugerah Demokrasi.
Diketahui, Penjabat Gubernur Sulawesi Utara DR Soni Sumarsono MDM begitu menginjakkan kaki di Bumi Nyiur Melambai memaparkan tiga tugas pokoknya yang disebut Tri Karya.
Salah satu hal paling utama dalam Tri Karya itu adalah mengawal dan menyukseskan Pilkada Serentak 9 Desember 2015 di daerah Nyiur Melambai.”Ada dua poin penting dalam Pilkada Serentak. Pertama, kontestan bertanding dengan sehat. Kedua, partisipasi warga pemilih yang tinggi,” ujar Sumarsono.
Dua poin penting dalam Pilkada Serentak, senantiasa diulangi Dirjen Otda tersebut dalam berbagai pidato, sambutan, tatap muka, blusukan ataupun percakapan informal dengan siapapun dan dimanapun.”Saya tidak bosan-bosannya mengulangi bahwa Pilkada Serentak di Sulut harus berlangsung, aman, damai dan sukses,” kata Soni, panggilan akrab Sumarsono.
Mengenai kata sukses ini, Soni memberikan penekanan yang lebih khusus. Utamanya sukses pada tingkat partisipasi masyarakat untuk mencoblos.”Saya berharap semua warga pemilih berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara atau TPS dan mereka mencoblos sesuai hati nuraninya,” harap alumni Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta itu.
Di Indonesia, Provinsi Sulawesi Utara termasuk unggul dalam hal indeks demokrasi. “Ini hasil survey. Kita semua wajib mempertahankannya,” papar Soni.

























