Bitung – Sejumlah anggota DPRD Kota Bitung menggelar reses masa persidangan Kedua Tahun Ketiga Tahun Sidang 2017 DPRD Kota Bitung,(28-29/4/2017).
Greity Mandey anggota DPRD dari partai PKPI menggelar reses di Mutiara Water Word Resort komplex Perum Mutiara Sagerat Weru satu kecamatan Matuari, Dapil I Kecamatan Girian, Matuari dan Ranowulu.
Dalam kesempatan tersebut, ratusan masyarakat mengelukan jalan rusak, penerangan lampu jalan dan drainase yang perlu ada perhatian dari pemerintah kota Bitung.
“Aspirasi yang masuk kebanyakan meminta ada kepedulian dari pemerintah yaitu penerangan lampu jalan, drainase, jalan rusak dan air bersih”,ungkap GTM politisi PKPI.
Hal yang sama juga dilakukan anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil l yakni Kecamatan Matuari Ranowulu dan Girian. Vonny O Sigar, SE, bertempat di Kelurahan Girian,tepatnya di pasar Girian.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat Girian yaitu perlu adanya perbaikkan infrastruktur saluran atau drainase yang sudah tersumbat, sehingga setiap hujan sering terjadi banjir. Selain itu, pelayanan air bersih PDAM yang menurut warga masih jauh dari harapan dan kurangnya penerangan lampu jalan. Inilah beberapa aspirasi yang disampaikan warga, untuk selanjutkan akan diperjuangkan dalam APBD Perubahan”,jelas ketua Hanura Bitung Vonny Sigar SE.
Berbeda juga dengan Ketua Fraksi PKPI DPRD Bitung,Nabsar Badoa SIP MSi mengatakan, tujuan reses ini untuk mendengarkan aspirasi warga Dapil lll kecamatan Maesa Madidir yang belum tersentu dengan progam pemerintah.
“Contohnya di dinas koperasi ada program dana bergulir untuk pengusaha-pengusaha kecil. Begitu juga asuransi nelayan yang meninggal,ini dapat bantuan dana yang meninggal dari dinas perikanan.Juga dengan dinas ketahanan pangan dan pertanian, ternyata ada fasilitas tractor yang bisa digunakan tampa
biaya sewa.Semua program ini seharusnya diketahui oleh masyarakat”,terang Badoa.
Sementara itu Maretje Rantung anggota DPRD dari PKPI menggelar reses di Dapil lll kecamatan Madidir Maesa tepatnya di kelurahan Wangurer barat.
“Aspirasi masyarakat kelurahan Wangurer tersebut dikeluhkan seperti, minimnya penerangan jalan, air bersih dari PDAM,jalan rusak, perbaikan saluran atau drainase,dan jalan berlobang di sepanjang ruas jalan SH Sarundajang dan tower yang terletak di tengah pemukiman warga,” jelas Rantung.(advertorial/ferry bolung)


























