Manado – Pengawas pemilu saat ini sementara melakukan pencermatan terhadap data pemilih. Hasil sementara dalam pencermatan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu presiden (pilpres), ternyata masih ditemukan banyak masalah. Hal ini terungkap dalam bimbingan teknis (bimtek) bagi para relawan pilpres Sulut di Hotel Swiss-Belhotel Maleosan Manado, Minggu (22/6/2014).
“Masalah data pemilih paling mendominasi adalah berkaitan pemilih ganda, NIK dan NKK yang invalid, pemilih yang telah meninggal namun masih ada dalam DPT, pemilih yang belum genap usia 17 tahun dan belum menikah namun ada dalam DPT, pemilih yang pindah domisili, pemilih TNI-Polri,” ungkap Ketua Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar lembaga Bawaslu Sulut Johnny Suak.
Dikatakannya, berdasarkan data dari panwaslu kabupaten dan kota, ada 4.048 pemilih dengan NIK invalid, 21.332 NKK invalid, 313 pemilih ganda, 272 pemilih yang meninggal dunia tapi masih ada dalam DPT. Semuanya masuk dalam 1.887,975 pemilih dalam DPT. “Ditemukan kurang lebih 25.982 pemilih yang datanya masih bermasalah,” ucapnya.
Kata Suak, data tersebut masih akan terus bertambah karena masih ada beberapa kabupaten dan kota yang belum memasukkan hasil pencermatan dari DPT. Daerah tersebut di antaranya Kabupaten Bolsel, Sitaro, Sangihe, Talaud, Bitung. Sementara itu, kabupaten dan kota lainnya juga masih harus melengkapi data hasil pencermatan yang menyangkut pemilih ganda dan pemilih yang belum memenuhi syarat tapi sudah masuk dalam DPT.
“Untuk pemilih yang sudah meninggal dunia tapi masih masuk dalam DPT, datanya masih kami tunggu dari Panwas Lapangan, karena harus dicek di masing-masing TPS,” jelasnya.
Suak menuturkan, pihaknya akan bekerja all out untuk menyukseskan pilpres supaya benar-benar berkualitas, bermartabat, dan berintegritas. Pihaknya menyadari perlu peran masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat dapat membantu secara aktif dalam hal melaporkan kepada PPL kami di tiap desa/kelurahan.
“Bagi pemilih-pemilih yang sudah pindah domisili, yang belum terdaftar dalam DPT, yang belum memenuhi syarat umur, dan yang sudah meninggal dunia, kami yakin apabila ada dukungan masyarakat, maka kerja-kerja pengawasan yang kami lakukan akan lebih baik dan lebih efektif serta efisien demi kualitas demokrasi yang semakin baik di negara kita,” ucapnya.(jemsy)

























