Duel Maut Liningaan Tondano, Sweetly Manus Meregang Nyawa

Jenasah Korban Sweetly Manus saat masih berada di RSUD Sam Ratulangi Tondano, Jumat (25/04/2015) (Foto:ist)
Jenasah Korban Sweetly Manus saat masih berada di RSUD Sam Ratulangi Tondano, Jumat (24/04/2015) (Foto:ist)

Minahasa – Belum lepas dari ingatan, kasus perkelahian berujung maut yang menewaskan Charles Aguw (23), warga Kelurahan Liningaan lingkungan II, Kecamatan Tondano Timur di Kelurahan Taler Kecamatan yang sama, Jumat dua pekan lalu.

Kini kasus serupa kembali terjadi, yang kali ini, menimpa Sweetly Manus (29) warga Kelurahan Liningaan Lingkungan II Kecamatan Tondano Timur, yang tewas setelah berduel dengan saudara sepupunya, JW alias Jolly (27), warga yang sama, Jumat (24/04/2015), sekitar pukul 18.30 Wita.

Menurut saksi mata di lokasi kejadian, perkelahian ini dipicu saat Swetly tidak terima ketika saudaranya bernama Judi Manus yang kala itu sementara berbincang dengannya di salah satu warung milik Mody Tangkuman di Liningaan, dipukul Jolly yang katanya karena ada perselisihan di masa lalu.

Melihat Judi temanya dipukul, Sweetly tak terima yang akhirnya memicu perkelahian diantara keduanya.

Namun, perkelahian diantara keduanya awalnya dilerai warga yang kala itu bersama-sama dengan mereka.

Tak puas dilerai, rupanya Jolly pulang kerumah dan mengambil barang tajam berupa sebilah pisau badik dan kembali mendapati korban. Melihat tersangka datang mengejar dengan sebilah pisau di tangan, korban pun lari kerumah dan ternyata juga mengambil sebilah parang.

Korban kemudian kembali ke TKP dan bertemu tersangka yang akhirnya kembali terjadi duel diantara keduanya dengan menggunakan barang tajam.

“Setelah dilerai, mereka terpisah. Jolly pergi dan Sweetly bersama temannya itu duduk bersama kami diwarung. Kami berpikir persoalan diantara keduanya telah selesai, tapi ternyata Jolly tidak terima dan kembali menyerang Sweetly dengan barang tajam yang diambilnya. Korban juga pulang mengambil barang tajam akhirnya keduanya sudah memegang barang tajam dan saling berhadapan,” ujar saksi.

Karena telah saling berhadapan dengan barang tajam di tangan, warga takut mendekat. Korban Sweetly kemudian menyerang dengan parang yang mengenai tangan kanan tersangka lalu tersangka membalas dengan tusukan terhadap korban di bagian dada kanan atas. Tak lama berselang, keduanya kemudian terkapar bersimbah darah, yang kemudian oleh warga dilarikan ke RSUD Sam Ratulangi Tondano.

Jolly yang mengalami luka parah di bagian tangan kemudian dirujuk ke RSUD Kandou Malalayang, sementara korban Sweetly meninggal dunia dalam perawatan tak lama berselang karena luka parah di dadanya.

Kapolres Minahasa, AKBP Ronald Rumondor SIK MSi, melalui Kepala Satreskrim Polres Minahasa, AKP Raden Riki Prabowo SIK, membenarkan kejadian pembunuhan tersebut. Menurutnya, pihaknya langsung melakukan olah TKP setelah mendapat laporan warga.

“Kejadian terjadi sekitar pukul 18.30 wita. Sudah ada lima orang saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Barang bukti berupa satu buah parang dan sebilah pisau badik sudah diamankan. Sementara korban tidak dilakukan otopsi karena keluarga sudah membuat surat penolakan,” jelas Prabowo sembari menambahkan bila kasus ini sementara dilakukan penyelidikan oleh pihaknya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan