Manado – Video insiden lalu lintas di jalan raya Langowan-Mitra melibatkan ASN Pemprov Sulut beredar luas dan cepat atau menjadi viral di media sosial (medsos) dan menjadi sarana penghakiman sepihak terhadap oknum-oknum ASN dalam video.
ASN Pemprov di video viral tersebut menjadi bulan-bulanan warga net.
Ribuan komentar yang didominasi hujatan dan cibiran warga net tidak hanya memukul oknum ASN dalam video viral tersebut tetapi juga institusi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Karenanya, Pemprov Sulut cepat dan tanggap dengan memanggil oknum ASN memberikan pembinaan disiplin, etika dan akhirnya menjatuhkan sanksi.
Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Clay June Dondokambey, pemberian sanksi ini bukan lagi soal siapa salah siapa benar, tetapi ini merupakan pertanggungjawaban Pemprov Sulut ke publik
.
Beberapa oknum ASN dalam video viral mengaku menerima sanksi yang diberikan dan meminta maaf atas insiden lalu lintas di jalan raya Langowan-Mitra tersebut.
Christian Onibala satu dari 6 ASN dalam video viral mengatakan, walaupun sebenarnya ia bisa membela diri atas penghakiman publik namun ia mengaku tidak melakukan dan lebih memilih jalan meminta maaf.
“Seperti dikatakan Kaban BKD bahwa ini bukan soal siapa benar atau salah. Tetapi ini soal jiwa besar untuk meminta maaf atas insiden yang terjadi,” ujar pria yang merupakan Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah ini.
Adapun Jelly Songkaton, kepada wartawan membeber kronologi insiden lalu lintas di jalan raya Langowan-Mitra yang berbuah video viral.
Ia menceritakan, insiden bermula ketika iring-iringqn kendaraan yang memuat ASN Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Sulut usai rakor di Mitra melaju di jalan raya Mitra-Langowan hendak melalui kendaraan Kontainer yang berhenti di lajur kiri jalan. Sudah melewati setengah kendaraan kontainer, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul kendaraan sepeda motor. Mungkin karena laju kendaraan yang cepat atau terkejut sehingga pengemudi sepeda motor kehilangan kendali dan keluar jalur dan terjatuh di pinggir jalan. Menurutnya, mereka sempat melihat pengemudi langsung berdiri usai jatuh dan karena tidak ada kontak fisik dengan kendaraan mereka maka mereka memilih jalan terus.
Iring-iringan kendaraan mereka sempat dikejar oleh dua pengemudi motor lain tetapi karena melihat langsung tidak ada bukti terjadi benturan fisik di kendaraan mereka memahami dan kembali.
Tetapi ternyata oknum pengemudi motor yang terjatuh ternyata mengejar dan memalang iring-iringan mobil mereka. Oknum pengendara motor ternyata tidak terima atas kecelakaan tunggal yang ia alami.
“Kami berhenti, turun dari mobil dan berdialog dengan dia. Tetapi karena dia sudah diliputi kemarahan, sengaja memancing emosi kami,” ungkap Songkaton.
Emosinya terlecut, lanjut Songkaton, karena oknum pengendara motor sekaligus pembuat video nengatai mereka nyak ontak (tidak memiliki otak).
“Selanjutnya seperti di video yang beredar,” ungkap dia.
Adapun 6 ASN dalam video viral tersebut telah mendapat pembinaan, menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi, menerima sanksi dan meminta maaf.
Usai pembinaan mereka langsung bergerak ke Mitra untuk menemui oknum pembuat video dan keluarganya untuk meminta maaf secara langsung.
Sebelumnya, Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (ODSK) bekerja cepat dan tanggap terhadap video viral di jalan Mitra yang melibatkan ASN Pemprov Sulut.
Jumat (16/12/2022) Inspektur Meicky Onibala dan Kepala BKD Clay June Dondokambey memanggil dan melakukan pembinaan bagi para ASN yang terlibat dalam video viral tersebut.
Enam orang ASN terlibat video viral berdiri di hadapan Inspektur dan Kepala BKD yang duduk di ruang rapat Inspektur.
Mengawali pembinaan, Kepala BKD Clay June Dondokambey menyampaikan maksud dan tujuan dipanggilnya mereka.
Menurut Kaban Clay, video viral terkait insiden di jalan raya Langowan-Mitra sampai ke pimpinan dalam hal ini Gubernur, Wagub dan Sekprov.
“Posisi kita sebagai Aparatur Sipil Negara memang rentan terhadap sorotan, kritikan dari masyarakat. Karena itu kita harus tahu menempatkan diri. Saya pahami posisi kalian di era medsos saat mungkin kalian lagi sial aja. Tetapi suka atau tidak suka wajah Pemprov tercoreng dengan adanya video viral ini,” tegas Kaban Clay.
Tahun ini, lanjut Kaban Clay, Pemprov Sulut banjir penghargaan khusunya bidang kepegawaian. “Tetapi video viral ini secara tidak langsung bisa mereduksi segala capaian dan prestasi baik yang dicapai Pemprov Sulut,” ujarnya.
Untuk itu, Kaban Clay menyatakan bahwa akan memberikan sanksi tegas kepada mereka.
“Ini bukan lagi soal siapa salah siapa benar, tetapi ini merupakan pertanggungjawaban Pemprov Sulut ke publik,” imbuh Kaban Clay.
Sementara itu, Inspektur Meicky Onibala meminta 6 ASN dalam video viral untuk tahu menjaga marwah ASN.
Ia menasehati agar ASN tidak bertindak arogan. Tahu menempatkan diri dan bisa menahan diri.
“Kita wajib menjadi teladan, di manapun kita pergi dan berada. Karena sudah benarpun yang kita lakukan ada saja orang yang nyinyir dan sebagainya. Apalagi jika kita berbuat kesalahan. Karena itu tahan diri, jaga sikap dan perilaku,” nasehatnya.
Kaban Clay dan Inspektur kemudian menyampaikan sanksi dan menginstruksikan agar 6 ASN terlibat video viral untuk mengambil langkah persuasif.
Berikut intisari pembinaan ODSK terkait oknum ASN yang viral tersebut :
1. Semua yang ada dalam video viral di panggil atas arahan pimpinan untuk dibina.
2. Pembinaan oleh Ass. 2, Inspektur, BKD di Kantor Inspektorat.
3. Setelah di bina Disiplin dan Etika, semua yang terlibat diwajibkan menulis surat pernyataan, yang isinya :
– Mengakui kesalahan
– Tidak akan mengulangi kesalahan
– Akan meminta maaf kepada yang bersangkutan dan keluarga dalam waktu 1 x 24 jam
4. Semua yang terlibat / viral dalam video mendapatkan sanksi / hukuman sesuai peraturan disiplin PNS.
























