Proyek Betonisasi di SD Inpres Pangu Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Komisi C DPRD Mitra Bakal Turlap

Mitra – Proyek pekerjaan betonisasi halaman di Sekolah Dasar Negeri Inpres Pangu Kecamatan Ratahan Timur, oleh warga dan guru setempat, diduga dikerjakan asal-asalan oleh Kontraktor CV Milanisti. Atas dugaan ini, Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), memastikan akan turun langsung ke lapangan menyambangi pekerjaan proyek betonisasi tersebut.

“Kami mendapatkan laporan dari warga adanya pejerjaan proyek betonisasi di SDN Inpres Pangu yang katanya dikerjakan asal asalan atau tidak sesuai spesifikasi. Kami sudah agendakan untuk turun langsung ke lokasi. Memang seharusnya kita sudah agendakan kemarin, tetapi waktunya mepet sebab ada beberapa lokasi yang juga harus kita kunjungi dalam agenda turun lapangan. Jadi kita putuskan untuk turun pada Kamis besok,” ujar Ketua Komisi C DPRD Mitra, Nolly Langingi, kepada sejumlah Wartawan, Rabu (12/12).

Langingi memastikan, yang dikeluhkan masyarakat ini menjadi kewajiban pihaknya untuk menindaklanjuti. Apalagi menurutnya, SDN Inpres Pangu dibawah Dinas Pendidikan Mitra adalah mitra kerja pengawasan Komisi C. “Kiita akan tau seperti apa kondisinya pas nanti ketika kita lihat sendiri dilapangan,” imbuhnya.

Senada, Anggota Komisi C lainnya yakni Joli Tanauma, terkait hal ini, mengapresiasi warga atas partisipasi turut berperan dalam pengawasan penggunaan uang negara.

“Dari laporan warga, informasi pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan spesifikasi. Tapi untuk lebih jelasnya kita lihat dulu dilapangan,” pungkas Tanauma.

Terpisah, pihak CV Milanisti selaku pelaksana proyek pengerjaan ketika dikonfirmasi, memastikan bila proyek tersebut sudah sesuai spesifikasi. “Kita sudah mengerjakannya sesuai dengan spesifikasi. Apa yang dikeluhkan masyarakat adalah keliru. Semisal soal campuran pasir dan semen kita lakukan seperti seharusnya,” ujar salah satu perwakilan CV Milanisti sembari menambahkan bila pihaknya siap pekerjaannya diperiksa.

“Bisa lihat sendiri, bahkan kita sudah beberapa kali meninjau kembali bersama tim PHO dan hasilnya sudah sesuai,” pungkasnya.

Sementara, proyek betonisasi SDN Inpres Pangu yang berbandrol Rp130.267.000,- dari Dinas Pendidikan Mitra ini oleh warga sekitar disinyalir tak sesuai spesifikasi.

“Kami menyaksikan langsung proses pengerjaannya. Kami sangat kecewa ketika itu tidak dilakukan dengan benar dan hanya asal-asalan ,” ujar Jendry Kawulusan selaku tokoh pemuda setempat.

Pihak sekolah bersama para orang tua murid pun ikut megeluhkan hal ini. Awalnya mereka sangat merespon pembangunan betonisasi halaman untuk mempercantik sekolah. Tetapi kemudian hasil dari pengerjaan proyek ini justru terlihat amburadul. “Belum beberapa hari dikerjakan sudah bolong bolong. Begitu pula kondisinya tidak rapi,” keluh salah satu guru di SD Inpres Pangu.

Dengan kondisi ini, pihak komite sekolah beserta warga masyarakat mendesak instansi terkait untuk menindaklanjuti hal ini. “Tolong datang dan saksikan sendiri kondisinya seperti apa. Kami minta ini jadi perhatian serius,” desak warga.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mitra DJelly Waruis ketika dikonfirmasi mengaku jika laporan tersebut sudah sampai ke pihaknya. “Iya kita sudah terima laporan tersebut dan kami berterima kasih kepada warga masyarakat yang turut serta melakukan pengawasan,” ujarnya.

Dirinya pun sudah memastikan jika pihak pelaksana proyek sudah dimintai klarifikasi. Disisi lain, mekanisme pengerjaan belum sampai pada tahap serah terima pertama antara pelaksana pekerjaan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom).

“Dalam waktu satu dua hari ini kita akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung dilapangan. Jika kemudian laporan ini benar, maka pihak ketiga selaku pelaksana proyek, harus bertanggung jawab,” tegas Waruis.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan