
Minahasa – Safari ramadhan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, bersama umat Muslim di sejumlah wilayah di Kabupaten Minahasa, yang dimulai sejak 11 Juli lalu, berakhir di Mesjid Al Fallah Kiay Modjo, Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tondano Utara (Jaton), Kamis (24/07) malam.
Rangkaian Safari Ramadhan Pemkab Minahasa ini ditutup langsung Wakil Bupati Minahasa, Ivan SJ Sarundajang (Ivansa), dengan berbuka puasa bersama umat Muslim di wilayah Tondano Utara.
Ivansa dalam sambutannya pada acara buka bersama diakhir Safari Ramadhan ini mengatakan, puasa dilakukan saat kiblat agama Islam dari Alaska ke Madina, tapi sebelum itu umat Islam sudah berpuasa, yaitu puasa dari nafsu, puasa dari makan dan minum karena puasa itu untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Untuk itu, dirinya pun kemudian mengajak umat Muslim untuk berdoa supaya apa yang diharapkan bisa terwujud. Karena di bulan suci ini adalah latihan untuk menuju surga sambil memohon kepada Allah supaya diberikan petunjuk dan berkah.
“Selain mendapat berkah dan beramal di bulan suci Ramadhan, berkahnya juga akan lebih, apabila dilakukan dengan tulus dan ikhlas,” ujarnya sembari mengucapkan terima kasih kepada jemaah di Mesjid Al Fallah ini karena telah mensukseskan agenda nasional Pemilu Presiden pada 9 Juli lalu dan bersama Pemerintah dan masyarakat telah mendukung terwujudnya Minahasa Damai Aman dan Nyaman selama ini.
Sebelumnya, Ketua IPHI Kabupaten Minahasa, Drs H Syamsudin Dali juga memberikan ceramah atau tausiyah kepada seluruh jemaah dan undangan yang hadir.
Safari Ramadhan ini diakhiri dengan pemberian bantuan Pemkab Minahasa kepada jemaah setempat yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Ivansa
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten III Setdakab Minahasa, Hetty Rumagit SH, serta para sejumlah Kepala SKPD diantaranya Kadis Perikanan dan Kelautan Minahasa, Ir H Arifin Kiay Demak, Direktur RSUD Sam Ratulangi Tondano, dr Anie Suronoto MKes, para Kepala Bagian, Camat Tondano Utara, Ir Yanny Moniung dan para Camat se-Tondano raya lainnya serta tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat.(fernando lumanauw)




















