Sebut Dipecat, Rommy Ungkap Bargaining Hitam Noldy Pratasis

Minsel – Buntut pemberitaan di media mengenai polemik di PAMI,  Rommy Rumengan  angkat bicara.

Menurut Rumengan, dirinya mengakui permasalahan di tubuh PAMI  idealnya tidak terekspose di media massa. Rommy Rumengan menegaskan, pihaknya tidak akan terpengaruh sedikitpun untuk mundur meskipun ditekan lewat media oleh pihak-pihak yang sengaja mendiskreditkan dirinya dengan tudingan yang tidak beralasan.

“Saya menandaskan, dirinya tidak akan terpengaruh dengan kecaman yang dilakukan pihak tertentu yang sengaja ingin menghentikan pernyataan keras terhadap politisi PDI Perjuangan Olly Dondokambey yang diduga terlibat sejumlah kasus korupsi yang ditangani KPK”, ujar Rommy.

“Soal urusan organisasi itu sudah tidak ada masalah, Kami dewan pendiri mempunyai alasan memberhentikan saudara Noldy Pratasis  sekitar 2 tahun lalu,” jelasnya.

Bahkan pihak PAMI  yang saat ini sedang menginvestigasi dan melakukan demonstrasi di gedung KPK dan di istana Presiden  terhadap kasus dugaan korupsi yang melibatkan salah satu pejabat tinggi Pemprov Sulut, bahkan saudara NP dan istrinya bikin pertemuan dengan orang kepercayaan petinggi Pemprov yang berinisial SL yang notabene waktu itu menjabat kadiscapil di Pemkot Manado.

Lanjut Rommy, “Malam pertama pertemuan dilakukan di hotel di bilangan Pramuka dan pada keesokan malamannya saudara NP dan istri bertemu langsung dengan pejabat tinggi Pemprov  Sulut tersebut di rumah pribadi petinggi Pemprov Sulut di Kelapa Gading,” jelanya.

Dua hari berikutnya saudara NP dan istrinya terbang ke Manado langsung ke bumber dan bertemu langsung dengan pejabat tinggi Pemprov Sulut, dan diduga kuat NP dan Istrinya telah mnerima uang dari  pejabat terasebut. Sebab setelah pertemuan itu dilakukan, secara tiba-tiba NP membela pejabat yang didemo  itu dengan membuat statemen pembelaan yang sudah bertolak,” ucapnya.

Belakang dengan visi misi organisasi. secara aturan dan etika berorgansasi saudara NP telah melanggar aturan-aturan yang berlaku.

“Jadi saya himbau kepada saudara Masie yang bergelar DR Phd jangan masuk dapur orang atau urusan rumah tangga orang tanpa permisi, itu namanya tidak ada tata krama dan sopan santun,  saya menduga saudara DR Phd ini ada motifasi yang tidak baik. Menurut pengetahuan saya biasanya orang yang sudah mengecap pendidikan sampai gelar seperti itu biasanya lebih arif dan bijaksana dalam segala hal apalagi dalam menyikapi urusan seperti ini,” jelasnya lagi.

Perlu diluruskan, yang mempunyai hak berkomentar masalah internal PAMI adalah sekjen dan para dewan pendiri PAMI. Mantan Ketua Umum NP akhir-akhir ini sering berkomentar yang tidak jelas, memutar balikan fakta.

“Saya akan membeberkan sejumlah bukti dugaan pemerasan yang justru dilakukan oknum yang mengatas-namakan PAMI terhadap sejumlah pejabat termasuk bupati Minut waktu lalu mereka demo dan perusahaan-perusahaan tambang di Sulut, yang endingnya mereka minta bargaining (minta uang,red )tapi tidak di indahkan, semua laporan itu masuk ke saya,” tegasnya.

Tutupnya, bahwa Rommy tak  mau berkonflik karena lebih memilih fokus pada pengawalan kasus korupsi yang sedang ditangani KPK terhadap para petinggi di Sulut, termasuk Bendahara Umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey.

Laporan: Jufan Dissa

Tinggalkan Balasan