Transformasi Layanan Digital, Terobosan Pemdes Tonsealama

Minahasa – Pemerintah Desa (Pemdes) Tonsealama Kecamatan Tondano Utara, melakukan terobosan di dunia digital, lewat program Transformasi Layanan Digital di Desa.

Mengawali hal itu, Pemdes bekerjasama dengan PT. Digital Desa Indonesia, melaksanakan Pelatihan Layanan Digital Desa (DIGIDES), yang dilaksanakan 4 – 5 Maret 2024, bertempat di Balai Kemasyarakatan Desa Tonsealama, dengan pembawa materi, Muh Taufik Al Hidayah.

Hukum Tua Desa Tonsealama, Estefanus Dimpudus AMd, dalam sambutannya berharap, penerapan digitalisasi di desa dapat meningkatkan pelayanan Pemdes kepada masyarakat.

“Berbicara soal digitalisasi, hal ini sudah merupakan kebutuhan masyarakat yang tidak dapat dihindari. Menjawab tantangan zaman ini, kita melakukan transformasi digital di desa. Saat ini kita telah bekerjasama dengan pihak Digital Desa Indonesia untuk membantu proses tersebut. Saya berharap, para peserta yang hadir, dapat belajar dengan baik, agar bisa memahami program ini,” ujarnya.

Para peserta yang hadir dan mengikuti Pelatihan Layanan DIGIDES Tonsealama adalah Perangkat Desa, BPD, Lembaga Desa, BUMDesa dan Tim RKDD Tonsealama. Seluruh peserta sangat antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan oleh Muh Taufik Al Hidayah.

Adapun Materi Pelatihan yakni, Sistem Tata Kelola Administrasi dan Pelayanan Surat Menyurat, Penggunaan Aplikasi Android Warga Desa, Penggunaan Website Profil Desa untuk Promosi Potensi Desa, dan Pelatihan Majemen Pajak PBB-P2 dan Manajemen Bansos.

Selain itu, diperkenalkan juga Penggunaan Aplikasi Android Warga Desa. Aplikasi ini dapat didownload melalui Play Store dengan nama Aplikasi DIGIDES, oleh masyarakat Desa Tonsealama.

Setelah didownload, dapat langsung melakukan proses aktifasi, yang nantinya disetujui Admin Desa. Melalui DIGIDES Mobile, masyarakat dapat melakukan proses Permintaan Surat, melakukan Pengaduan, Menjual Produk, dan lain-lain.

Turut hadir dalam Pelatihan Layanan DIGIDES, para Pendamping Desa, Novita Rachmat, ST, Junita J Kalalo dan Yuyun Gusti Perbatasari.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan